Pekanbaru, SAWIT INDONESIA – Di tengah semarak perhelatan Sawit Indonesia Expo (SIEXPO) 2025, PT Dami Mas Sejahtera[AC1] (Dami Mas), anak perusahaan dari PT Sinar Mas Agro Resources and Technology (SMART) Tbk., akan menyelenggarakan kunjungan lapangan eksklusif ke kebun induk benih kelapa sawit miliknya, Dami Mas Estate. Sebanyak 50 peserta terpilih akan menyaksikan secara langsung bagaimana Dami Mas memproduksi benih kelapa sawit unggul pada 9 Agustus 2025.
Saat ini, Dami Mas menawarkan dua jenis benih kelapa sawit — DxP Dami Mas dan DxP Dami Mas IGR. Kedua varietas ini dikembangkan secara cermat untuk tahan terhadap berbagai kondisi lingkungan dan menjaga produktivitas petani, dengan risiko cacat yang rendah serta ketahanan terhadap penyakit umum. Varietas DxP Dami Mas IGR memiliki toleransi moderat terhadap penyakit Ganoderma boninense, memberikan perlindungan tambahan terhadap penyakit tersebut.
Peserta yang hadir terdiri dari pelanggan setia Dami Mas serta beberapa influencer yang aktif memberikan edukasi kepada petani sawit melalui platform digital mereka. Mereka akan diajak mengunjungi Dami Mas Estate yang berlokasi di Kecamatan Kampung Hilir, Kabupaten Kampar — sekitar 1,5 jam dari lokasi utama SIEXPO di Pekanbaru.
“Ini adalah bentuk apresiasi kami kepada para pelanggan sekaligus memberikan kesempatan untuk melihat langsung proses produksi benih unggul, mulai dari tahap awal hingga akhir,” ujar Saistyo Agi Hendiwiyarto, Sales & Marketing Manager PT Dami Mas Sejahtera.
Dalam kunjungan ini, peserta akan mengikuti seluruh tahapan produksi benih kelapa sawit — dimulai dari proses seleksi kecambah, melihat teknik persilangan, hingga tahap karantina yang dapat berlangsung hingga 10 bulan sebelum benih siap didistribusikan. Peserta juga akan melihat sistem antrean distribusi yang saat ini berlangsung selama tiga hingga empat bulan karena tingginya permintaan — mencerminkan kepercayaan terhadap kualitas benih kami dan komitmen untuk memastikan setiap batch didistribusikan dengan penanganan yang tepat.
“Tidak semua pohon dapat dijadikan induk benih. Hanya pohon yang terdaftar di Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian dan yang lolos seleksi ketat yang dapat digunakan. Proses pengujian benih kami sangat ketat dan membutuhkan upaya luar biasa,” jelas Agi.
Saat ini, terdapat 21 produsen benih kelapa sawit yang terdaftar di Indonesia. Dami Mas merupakan salah satu pelopor yang terus berinovasi untuk meningkatkan produktivitas melalui riset lanjutan dan pengembangan benih berkualitas tinggi.
Melalui kunjungan lapangan ini, Dami Mas berharap para peserta — yang sebagian besar juga mendistribusikan benih kepada petani di wilayah Sumatera, Riau, dan Kalimantan — dapat memperoleh pemahaman yang menyeluruh mengenai sains di balik benih unggul, sehingga dapat menyampaikan informasi yang akurat kepada komunitas petani yang mereka dampingi.
“Kami berharap semakin banyak orang memahami bahwa benih unggul bukanlah produk instan. Benih ini membutuhkan komitmen, riset berkelanjutan, dan tingkat keterlacakan yang tinggi untuk mendukung produktivitas perkebunan kelapa sawit Indonesia,” tutup Agi.
Kegiatan ini memperkuat peran SIEXPO 2025 tidak hanya sebagai ajang promosi bisnis, tetapi juga sebagai ruang kolaboratif untuk berbagi pengetahuan dan meningkatkan kualitas industri kelapa sawit di seluruh rantai pasok.
[AC1]Link to site














