JAKARTA, SAWIT INDONESIA - Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) melanjutkan tren pelemahan untuk hari keempat berturut-turut pada perdagangan Rabu (23/9/2026). Pasar CPO global terus dibayangi oleh ekspektasi pembengkakan persediaan serta lemahnya angka permintaan dari negara-negara pengimpor utama.
Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives Exchange, harga kontrak acuan CPO untuk pengiriman Desember melorot 0,58 persen ke posisi 4.782 ringgit per ton metrik pada sesi sore.
Direktur Pelindung Bestari, Paramalingam Supramaniam, mengungkapkan bahwa proyeksi kenaikan produksi dua digit di wilayah sentra seperti Sabah berpotensi mendorong persediaan minyak sawit Malaysia menembus angka 3 juta ton pada akhir September.
Beberapa sentimen negatif yang menekan pergerakan harga CPO meliputi:
Anjloknya Volume Ekspor: Data pengawas kargo mencatat ekspor produk minyak sawit Malaysia periode 1–20 September merosot tajam antara 12,8 persen hingga 24,7 persen dibanding bulan sebelumnya.
Pelemahan Minyak Nabati Pesaing: Kontrak minyak kedelai di Dalian dan Chicago Board of Trade (CBOT) kompak melemah, yang otomatis menurunkan daya saing harga CPO di pasar global.
Koreksi Minyak Mentah: Penurunan harga minyak mentah dunia mengurangi daya tarik CPO sebagai bahan baku utama biodiesel.
Penurunan Impor Uni Eropa: Data Komisi Eropa menunjukkan impor CPO musim 2026/2027 hingga 20 September anjlok 26 persen menjadi 0,56 juta ton secara tahunan (year-on-year).
Kombinasi melimpahnya pasokan di tingkat produsen serta belum pulihnya permintaan pasar ekspor diperkirakan masih akan menjadi penahan utama laju pemulihan harga CPO dalam jangka pendek.
Sumber: idxchannel.com














