• Rabu, 7 Oktober 2026
Berita Terbaru

CPO Kembali Perkasa! Ekspor Sawit RI Tumbuh Signifikan di Awal 2025

Jakarta, SAWIT INDONESIA - Setelah sempat melandai dalam beberapa tahun terakhir, ekspor minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) Indonesia kembali menunjukkan performa impresif. Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekspor CPO pada Mei 2025 mencapai US$ 1,85 miliar—melonjak 61,5% dibandingkan bulan sebelumnya.

“CPO merupakan salah satu komoditas unggulan dari sektor non-migas. Kenaikan ekspor ini tentu menjadi sinyal positif di tengah ketidakpastian ekonomi global,” ujar Deputi Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (1/7/2025).

Kenaikan ini tak hanya terlihat secara bulanan. Secara kumulatif, sepanjang Januari–Mei 2025, nilai ekspor CPO dan produk turunannya telah mencapai US$ 8,9 miliar, meningkat 27,89% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Adapun volume ekspor turut tumbuh tipis sebesar 3,58%, menjadi 8,3 juta ton dari sebelumnya 8,01 juta ton.

Pudji menyebut bahwa ekspor CPO—bersama batu bara dan besi baja—berkontribusi hingga 29,01% terhadap total ekspor non-migas RI dalam lima bulan pertama tahun ini.

Sementara itu, pasar utama ekspor CPO RI tetap didominasi tiga negara: Pakistan, India, dan China. Ketiganya selama ini menjadi mitra dagang kunci dalam menjaga kelangsungan ekspor komoditas strategis ini.

Tren Sejak 2020: Sempat Meredup, Kini Mencoba Bangkit
Jika dilihat secara tahunan, ekspor CPO Indonesia pernah mencapai puncaknya pada 2022, dengan nilai ekspor mencapai US$ 27,74 miliar. Namun, tekanan global seperti perlambatan ekonomi, persaingan harga dari negara lain, dan kampanye anti-sawit di Eropa sempat menekan kinerja ekspor pada 2023 dan 2024.

2020: US$ 17,36 miliar (25,94 juta ton)

2021: US$ 26,76 miliar (25,62 juta ton)
2022: US$ 27,74 miliar (24,99 juta ton)
2023: US$ 22,69 miliar (26,13 juta ton)
2024: US$ 20,05 miliar (21,64 juta ton)

Artikel Terkait