• Rabu, 30 September 2026
Berita Terbaru

Mandatori B50 Hentikan Total Impor Solar, Indonesia Hemat Devisa Rp170 Triliun dan Genjot Lifting Nabati

Jakarta, SAWIT INDONESIA - Kebijakan mandatori pencampuran biodiesel 50% atau B50 resmi menghentikan impor solar nasional yang sebelumnya mencapai 18 juta kiloliter per tahun. Langkah strategis ini tidak hanya memperkokoh kemandirian energi dalam negeri, tetapi juga sukses mendatangkan penghematan devisa negara hingga sekitar Rp170 triliun.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengungkapkan bahwa pencapaian ini menandai tonggak sejarah baru dalam pemanfaatan energi berbasis bahan baku domestik.

"Meningkatkan devisa negara Rp170 triliun," ujar Eniya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI, seperti dikutip dari Antara, Rabu (9/9/2026).

Dampak positif mandatori B50 juga tercermin pada kontribusi signifikan sektor energi nabati terhadap pasokan energi nasional. Eniya memaparkan bahwa volume lifting energi nabati kini telah mencapai setengah dari total lifting minyak bumi nasional.

"Kalau lifting minyak kita 610 ribu barel per hari, maka lifting minyak dari nabati sudah mencapai setengahnya, yaitu 300 ribu barel per hari," tambahnya.

Selain penghematan fiskal yang masif, kebijakan ini turut mendongkrak aspek sosio-ekonomi dan lingkungan. Implementasi B50 diproyeksikan mampu menyerap hingga 2,1 juta tenaga kerja pada tahun 2026 serta mereduksi emisi gas rumah kaca secara signifikan hingga 44,46 juta ton.

Cakupan Distribusi SPBU Sentuh Angka 94 Persen

Dari sisi hilir, percepatan penyaluran B50 di jaringan ritel menunjukkan progres yang sangat masif. Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, melaporkan bahwa hingga 5 September 2026, sebanyak 6.050 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) atau setara dengan 94% dari total 6.412 SPBU penyalur di seluruh Indonesia telah sukses mendistribusikan B50.

"Masih 362 SPBU yang belum menyalurkan B50 karena masih menyalurkan B40," jelas Ega.

Berdasarkan laporan dari delapan wilayah Marketing Operation Region (MOR), mayoritas daerah telah mencatatkan tingkat penyaluran B50 di atas 90%. Penetrasi terendah tercatat di wilayah Maluku dan Papua yang baru mencapai 65%, dikarenakan daerah tersebut masih dalam proses menghabiskan sisa stok produk B40 yang persediaannya masih cukup banyak.

Sumber: metrotvnews.com

Artikel Terkait