JAKARTA, SAWIT INDONESIA – PT Cisadane Sawit Raya Tbk mempunyai target ambisius pada tahun ini dari sisi produksi lantaran adanya tambahan pabrik kelapa sawit (PKS) di area Sumatera Selatan dan Sumatera Utara.
Corporate Secretary PT Cisadane Sawit Raya Tbk Iqbal Prastowo mengatakan perusahaan optimistis mampu meningkatkan produksi minyak sawit mentah hingga 50 persen, lebih tinggi dibanding 2023. Tercatat, pada 2023 produksi CPO emiten berkode CSRA ini mencapai 48 ribu ton.
“Tahun 2024 perusahaan menargetkan pertumbuhan produksi CPO hingga 50% lebih tinggi dibandingkan 2023. Kenaikan ini ditopang dua pabrik sawit yang telah beroperasi penuh. Bila harga CPO baik, maka hal ini akan berkontribusi langsung terhadap kinerja keuangan Perseroan,” ujar Iqbal saat dihubungi, Rabu (24/1/2024).
Dalam beberapa tahun terakhir, produksi CPO dari CSRA mengalami fluktuasi, terutama disebabkan pandemi Covid-19. Misalnya 2018 produksinya sebesar 52,8 ribu ton, 2019 sebesar 53,9 ribu ton, 2020 sebesar 47 ribu ton, 2021 sebesar 39 ribu ton dan 2022 sebesar 35 ribu ton.
Selain penambahan pabrik sawit, Iqbal mengungkapkan target peningkatan sebesar 50 persen tersebut juga didasarkan juga karena program pengembangan strategis perseroan berjalan sesuai rencana, diantara nya penanaman landbank di region Sumsel, mekanisasi panen, pembukaan lahan konsesi baru di Kabupaten Musi Banyuasin, dan berakhirnya El Nino.
“El Nino sangat berdampak terhadap produksi, namun el nino yang terjadi kemarin tidak berefek signifikan,” ucap Iqbal.
Lebih lanjut, dia menyebut jika kapasitas produksi kedua PKS masing-masing 40 ton TBS/jam yang berada di Sumatera Selatan dan 45 ton TBS/jam di Sumut.
Penulis: Indra Gunawan






