Jakarta, SAWIT INDONESIA – PT Teladan Prima Agro Tbk membukukan kenaikan pendapatan Rp5,42 triliun atau tumbuh 28,7% sepanjang 2025 dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp4,21 triliun.
Dikutip dari Laporan Tahunan 2025, Direktur Utama PT Teladan Prima Agro Tbk, Wisnu Wardhana mengatakan pertumbuhan pendapatan didukung oleh pengelolaan biaya yang lebih efisien, perbaikan produktivitas, serta optimalisasi nilai tambah dari aktivitas operasional Perseroan. Selain itu, perkembangan harga minyak sawit mentah juga turut mendorong pertumbuhan perolehan pendapatan Perseroan.
Volume penjualan CPO perusahaan tumbuh 8% sepanjang 2025 menjadi 339.465 ton. Sementara, jumlah minyak inti sawit yang dijual mengalami kenaikan menjadi 12.012 ton.
Sepanjang 2025, harga jual CPO dan minyak inti sawit menunjukkan tren positif masing-masing Rp14.004/kg dan Rp24.696/kg.
Berdasarkan segmen produk, penjualan minyak sawit kontributor utama terhadap pendapatan yang mencapai Rp4,7 triliun, disusul inti sawit sebesar Rp358,9 miliar dan minyak inti sawit Rp296,6 miliar.
Selain itu, ada 4 pembeli utama produk sawit emiten berkode TLDN ini yang berkontribusi bagi pendapatan perusahaan yaitu:
1. PT Wilmar Nabati Indonesia
PT Wilmar Nabati Indonesia tercatat melakukan pembelian sebesar Rp1,84 triliun yang berkontribusi 34,09% terhadap pendapatan perusahaan sepanjang 2025.
2. PT Energi Unggul Persada (KPN)
PT Energi Unggul Persada sebagai produsen produk hilir sawit membeli senilai Rp1,09 triliun yang berperan 20,14% bagi penjualan PT Teladan Prima Agro Tbk.
3. PT Karyanusa Ekadaya (Astra Agro)
PT Karyanusa Ekadaya berkontribusi bagi pendapatan emiten TLDN ini sebesar 11,79% atau Rp639,13 miliar.
4. PT Karya Indah Alam Sejahtera (Gawi/Wings Grup)
Nilai pembelian oleh produsen minyak goreng dan produk turunan sawit ini sebesar Rp452,37 miliar yang berkontribusi 8,34%.
Hingga Desember 2025, total area perkebunan yang dikelola perusahaan mencapai 64.430 Ha, terdiri dari 51.960 Ha perkebunan inti dan 12.470 Ha perkebunan plasma.
Sepanjang 2025, produksi TBS sawit perusahaan tumbuh 4,2% menjadi 1,2 juta. Hasil panen ini diolah di 6 unit pabrik kelapa sawit (PKS) perusahaan dengan total kapasitas olah sebesar 335 ton TBS per jam, serta 1 unit pabrik pengolahan inti sawit dengan kapasitas produksi mencapai 100 ton inti sawit per hari.














