• Sabtu, 19 September 2026
Berita Terbaru

CEO Smart Batik Kenalkan Batik Sawit pada Pelaku UKM dan Mahasiswa di Madiun

Jakarta, SAWIT INDONESIA - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Majalah Sawit Indonesia sukses mengadakan Workshop Temu UKMK dan Promosi Sawit Baik 2025, Universitas Merdeka, Madiun, Jawa Timur, pada Jumat, (23 Mei 2025). Kegiatan ini dihadiri lebih dari 100 peserta dari pelaku UKM, mahasiswa, dosen, dan masyarakat kota Madiun.

Kegiatan ini dibuka oleh Walikota Madiun yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UKM Kota Madiun, Agus Siswanta.

“Salam dari Walikota Madiun yang sangat mendukung pengembangan produk UKM. Termasuk penyelenggaran workshop ini yang memperkenalkan manfaat sawit bagi kepada pelaku UKM dan masyarakat,” ujar Agus, saat menyampaikan sambutan.

Workshop ini juga dihadiri narasumber dari BPDP, perguruan tinggi, dan pelaku UKM. Diantaranya Dr. Ir. Luluk Sulistiyo Budi, M.P. (Rektor Universitas Merdeka Madiun), Helmi Muhansyah (Kepala Divisi UKMK BPDP), Miftahudin Nur Ihsan, S.Pd., M.B.A. (CEO Smart Batik), dan Argo Suryo Saputro,.S.T (Pendiri Bluder Moju).

Miftahudin Nur Ihsan (Ihsan), menyampaikan tentang inovasi produk Batik Sawit yang dikembangkan oleh Smart Batik.

”Usahaini diawali sebagai reseller, mengembangkan motif batik sendiri, sampai akhirnya bertemu dengan BPDP pada Kegiatan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2023 di Makassar. Momen inilah yang menjadi titik awal, Smart Batik mengembangkan produk Batik Sawit,” ujarnya.

“Hingga akhirnya produk Batik Sawitnya mampu diterima pasar, bahkan pada akhir tahun 2024, Ihsan diundang oleh National University of Singapore Research Institute Suzhou melalui LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) RI untuk menampilkan inovasinya pada gelaran Innovation Festival NUSRI Suzhou 2024,” imbuhpria yang saat ini menjabat Ketua Kompartemen Perdagangan Dalam Negeri, BPC HIPMI Kota Yogyakarta.

Terkait dengan masyarakat yang memiliki keinginan mengembangkan usahanya, Ihsan, mengajak seluruh pelaku UMKM di Kota Madiun untuk dapat mengembangkan produk-produk berbasis kelapa sawit.

“Sebab, tidak sedikit produk turunan dari kelapa sawit yang dapat dikembangkan berbagai produk, tidak hanya sebagai bahan makanan, melainkan masih ada peluang lainnya,” pungkasnya.

Artikel Terkait