Balikpapan, SAWIT INDONESIA - Bupati Paser, dr. Fahmi Fadli, menitipkan pesan khusus kepada 298 peserta Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit Kabupaten Paser agar memanfaatkan kesempatan belajar sebaik mungkin dan tidak lagi hanya mengandalkan pengalaman turun-temurun dalam mengelola kebun. Pesan tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Paser, Djoko Bawono, saat membuka pelatihan yang berlangsung pada 3 Agustus 2026 di Balikpapan.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Djoko Bawono, para pekebun diajak terus meningkatkan kompetensi agar mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di sektor perkebunan. Menurut Bupati, peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan kunci agar perkebunan sawit rakyat semakin produktif, efisien, dan berdaya saing.
"Di era modern ini, mengandalkan pengalaman turun-temurun saja tidak lagi cukup. Kita harus selalu up to date terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian terbaru," demikian pesan Bupati Paser yang disampaikan Djoko Bawono.
Bupati menegaskan, pelatihan yang difasilitasi melalui Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit ini merupakan kesempatan berharga bagi para petani untuk mempelajari teknik budidaya yang lebih modern, sederhana, efisien, dan menguntungkan. Untuk itu, seluruh peserta diminta aktif berdiskusi dengan narasumber maupun sesama pekebun agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di kebun masing-masing.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan sektor sawit tidak hanya ditentukan oleh luas lahan atau besarnya investasi, tetapi juga oleh kualitas petani yang mengelolanya. Peningkatan kapasitas pekebun menjadi bagian penting dalam mendorong produktivitas sekaligus memperkuat daya saing sawit rakyat.
Dalam kesempatan tersebut, Djoko Bawono juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Paser di bawah kepemimpinan Bupati Fahmi Fadli untuk terus menjadikan sektor perkebunan sebagai salah satu penggerak utama transformasi ekonomi daerah. Melalui visi Paser TUNTAS (Tangguh, Unggul, Transformatif, Adil, dan Sejahtera), pemerintah daerah terus memperkuat sektor-sektor nonpertambangan, termasuk perkebunan kelapa sawit.
Komitmen tersebut didukung oleh besarnya kontribusi sektor sawit terhadap perekonomian daerah. Saat ini terdapat sekitar 54 ribu pekebun sawit di Kabupaten Paser atau sekitar 17 persen dari total penduduk. Sektor kelapa sawit juga menyumbang sekitar 8 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Paser serta menyerap sekitar 54 ribu tenaga kerja, menjadikannya salah satu penopang utama ekonomi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Paser juga terus memperkuat dukungan kepada pekebun melalui berbagai program, mulai dari Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), fasilitasi penerbitan Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB), pendampingan menuju sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), hingga bantuan sarana produksi. Sepanjang 2017–2023, anggaran PSR di Kabupaten Paser mencapai lebih dari Rp210,6 miliar, sementara lebih dari 5.000 STDB telah diterbitkan secara gratis bagi petani hingga 2025.
Bupati Fahmi Fadli turut menyampaikan apresiasi kepada Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY), serta seluruh pihak yang terus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia perkebunan. Pelatihan yang diikuti 298 pekebun ini dinilai menjadi investasi jangka panjang untuk melahirkan petani sawit yang semakin profesional.
Menutup sambutannya, Bupati memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar bangga menjadi petani sawit. Menurutnya, keberhasilan tidak ditentukan oleh profesi, melainkan oleh kemauan untuk terus belajar, bekerja keras, dan bekerja cerdas.
"Kesuksesan itu bukan hanya milik mereka yang berdasi atau duduk di balik meja kantor. Kesuksesan adalah milik siapa saja yang mau memeras keringat, bekerja keras dan cerdas demi kesejahteraan keluarga. Saudara semua adalah pejuang sejati penggerak roda ekonomi rakyat," pesan Bupati.
Pesan tersebut diharapkan menjadi penyemangat bagi seluruh peserta untuk membawa pulang ilmu dari pelatihan, menerapkannya di kebun masing-masing, dan menjadi agen perubahan yang mampu meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan pekebun sawit di Kabupaten Paser.














