• Sabtu, 19 September 2026
Berita Terbaru

Bupati Indah Putri Indriani: Penguatan Kelembagaan Petani Sawit Menjadi Kebutuhan

LUWU UTARA, SAWIT INDONESIA - Hj. Indah Putri Indriani, S.IP., M.Si, Bupati Luwu Utara menghadiri kegiatan pelatihan petani sawit yang diikuti 210 peserta dari Kabupaten Luwu Utara menambah motivasi bagi peserta. Kehadirannya sekaligus membuka pelatihan petani sawit, pada Selasa (2 Agustus 2022). Kegiatan pelatihan petani sawit yang difasilitasi Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan dimotori AKPY-Stiper serta mendapat dukungan dari Ditjen Perkebunan dan Badan Pelatihan Pertanian – Jambi sebagai mitra strategis AKPY-Stiper terbagi menjadi 2 Modul; Penguatan Kelembagaan dan Teknis Budidaya Tanaman Kelapa Sawit. Secara teknis, Penguatan Kelembagaan dilaksanakan selama 10 hari (29 Juli – 7 Agustus 2022), sementara untuk Teknis Budidaya Tanaman Kelapa Sawit dilaksanakan selama 6 hari dari 2-7 Agustus 2022, di Makassar, Sulawesi Selatan. Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani mengutarakan pihaknya mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih pada BPDPKS, Ditjen Perkebunan (Kementerian Pertanian), AKPY-Stiper, dan termasuk pihak yang mendukung kegiatan pelatihan ini (pelatihan petani sawit). “Oleh karena itu, saya berharap pada rekan-rekan kami (petani sawit) agar bisa memanfaatkan kegiatan pelatihan penguatan kelembagaan dan teknis budidaya tanaman kelapa sawit dengan baik,” ucapnya, saat memberikan sambutan, pada Selasa (2 Agustus 2022). Selanjutnya, terkait dengan Modul pelatihan yang diikuti warganya yaitu Penguatan Kelembagaan sebanyak 60 peserta dan Teknis Budidaya Tanaman Kelapa Sawit sebanyak 150 peserta, Bupati Indah Putri Indriani mengatakan masih banyak petani yang belum tergabung di lembaga dan belum banyak kelembaganya. Kalaupun ada itu hanya karena ada program. “Jadi sebenarnya penguatan kelembagaan adalah penting dan sesuatu yang sudah tidak bisa ditawar dan menjadi kebutuhan. Banyak sekali program (bantuan) dari pemerintah melalui kelompok. Selain itu, melalui berkelompok akan memudahkan mencari solusi ketika menghadapi persoalan. Kalau kelompoknya kuat bisa membuat pabrik mini. Kalau ada minimal 5.000 ha dari gabungan kelompok tani, bisa mengusulkan pabrik mini ke BPDPKS. Itu semua bisa didapat jika kelembagaannya kuat. Untuk itu, melalui pelatihan ini rekan-rekan petani bisa mengimplementasikan. Dengan berkelompok jika mau mengusulkan atau menyampaikan aspirasi akan mudah didengar,” ucapnya. Sementara itu, dengan Modul pelatihan Teknis budidaya kelapa sawit bisa meningkatkan produktivitas. Bupati Indah Putri Indriani menegaskan memang benar, kita (Indonesia) produsen minyak sawit terbesar di dunia tetapi jika dilihat dari luas lahan masih rendah produktivitasnya. “Oleh karena itu, melalui pelatihan teknis budidaya tanaman kelapa sawit bisa meningkatkan produksi dan produktivitasnya. Peningkatan produktivitas bisa dilakukan kalau SDM-nya terampil. Modal (kapital) itu tidak hanya lahan, tenaga (pekerja) tetapi sumberdaya manusinya juga penting diperhatikan. Menjadi penting kegiatan pelatihan yang diikuti rekan-rekan (petani sawit) dalam rangka meningkatkan kapasitas,” imbuhnya. “Saya yakin pelatihan ini akan memberikan dampak positif terutama pada kesejahteraan petani. Kuat lembaganya meningkat produktivitasnya. Itu yang menjadi harapan kita,” kata Bupati Luwu Utara. Selain memberikan motivasi pada peserta pelatihan petani sawit yang diikuti kali pertama petani sawit dari Kabupaten Luwu Utara, kehadirannya juga sebagai bentuk komitmen dan dukungan pada petani sawit. “Komitmen lain yaitu menjaga dan mengawal program PSR (replanting) sawit yang ada di kabupaten Luwu Utara. Berdasarkan hasil evaluasi cukup bagus, dan itu juga menjadi bagian dari komitmen kami (pemkab) pada petani sawit. Jadi, kami tidak melepas begitu saja tetapi kami melakukan pendampingan ke petani sawit,” kata perempuan pertama yang menjabat Bupati di Sulawesi Selatan.

Artikel Terkait