UNGARAN, SAWIT INDONESIA — Menyiapkan tenaga kerja perkebunan kelapa sawit tidak cukup dengan membekali mahasiswa keterampilan teknis. Mental tangguh, disiplin, fisik kuat, dan kemampuan beradaptasi juga menjadi modal penting untuk menghadapi dunia kerja.
Hal itu ditegaskan Direktur AKPY-STIPER, Dr. Sri Gunawan, SP, MP, IPU, saat menutup kegiatan Bina Mental Fisik Disiplin dan Kenal Kebun (Bintalfisdisbun) di SEAT (KP2 STIPER), Ungaran, Jawa Tengah, Jumat (9 Oktober 2026).
Menurut Dr. Sri Gunawan, pembinaan bersama TNI (di AAU selama 5 hari) dan di SEAT bersama Korpasgat 5 hari). Selama 10 hari menjadi bekal awal mahasiswa untuk membangun daya juang dan menghadapi tantangan di perkebunan. Kegiatan yang dimulai pada 28 September 2026 itu dilanjutkan dengan pengenalan kebun (Bintalfisdisbun) selama lima hari di kawasan Ungaran-Bawen.
“Dengan mental dan fisik yang kuat, daya juang yang hebat, itu nanti saudara akan mencapai karier yang luar biasa,” ujarnya.
Dr. Sri Gunawan mengapresiasi seluruh mahasiswa yang mampu mengikuti rangkaian kegiatan dengan baik. Berdasarkan laporan panitia, tidak ada peserta yang harus dirujuk ke rumah sakit, berbeda dengan pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya.
Kenal Kebun Sebelum Terjun ke Industri
Selama lima hari kegiatan kenal kebun, dalam rangkaian kegian (Bina Mental Fisik Displin dan Kenal Kebun) mahasiswa mendapatkan materi dari instruktur dan dosen mengenai komoditas perkebunan, budaya kerja, serta berbagai aktivitas operasional di lapangan. Pengenalan mencakup kelapa sawit, karet, teh, dan kakao.
“Saudara diperkenalkan mengenai komoditas-komoditas, pekerjaan-pekerjaan kebun. Inilah miniatur perkebunan,” kata Dr. Sri Gunawan.
Pengalaman tersebut menjadi pengantar sebelum mahasiswa memasuki perkuliahan dengan fokus pembelajaran kelapa sawit. Sekitar lima hingga enam bulan mendatang, mereka direncanakan kembali mengikuti praktik di kebun melalui pendekatan learning by doing atau belajar langsung dari pengalaman lapangan.
Perusahaan Akan Menyeleksi Mahasiswa
Pembinaan karakter dan keterampilan teknis merupakan bagian dari upaya AKPY-STIPER menyiapkan sumber daya manusia (SDM) sesuai kebutuhan industri. Mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai teori, tetapi juga harus siap menjalani praktik, magang, dan uji kompetensi.
Dr. Sri Gunawan menyampaikan bahwa perwakilan perusahaan kelapa sawit direncanakan mengunjungi mahasiswa sekitar dua minggu setelah kegiatan untuk melakukan seleksi.
“Siapkan diri Anda. Delapan bulan sampai 12 bulan di Jogja nanti saudara akan magang, akan mengikuti uji kompetensi, dan selanjutnya nanti saudara akan langsung penempatan kerja,” tuturnya.
Ia mengingatkan mahasiswa agar memegang komitmen saat mendaftar program beasiswa, yakni kesiapan untuk bekerja dan berkarya di industri kelapa sawit. Menurutnya, industri membutuhkan tenaga kerja andal yang mampu mendukung produktivitas perkebunan.
Selain disiplin dan ketahanan fisik, Bintalfisdisbun juga menanamkan kebersamaan, keberanian, dan kreativitas melalui kegiatan outbound, survival, lomba kreasi, serta pentas seni.
“Jadi tidak hanya bekerja, tapi juga kaitannya dengan seni, kreativitas, itu sangat dibutuhkan di lapangan,” ujarnya.
Melalui rangkaian pendidikan tersebut, AKPY-STIPER berharap mahasiswa memiliki bekal karakter dan kompetensi yang seimbang sehingga lebih siap menghadapi proses seleksi, magang, dan pekerjaan di industri kelapa sawit.














