• Selasa, 13 Oktober 2026
Berita Terbaru

BPI Danantara Jajaki Kerjasama Hilirisasi CPO dengan Mesir, Kadin: Peluang Besar Pasar Nontradisional

JAKARTA, SAWIT INDONESIA - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara bergerak cepat memperluas penetrasi pasar komoditas nasional dengan menjajaki kerja sama investasi hilirisasi kelapa sawit bersama Sovereign Wealth Fund (SWF) Mesir. Langkah strategis ini dinilai sebagai batu loncatan penting (gateway) untuk menguasai pasar nontradisional di kawasan Timur Tengah dan Afrika.

CEO BPI Danantara, Rosan P. Roeslani, menyampaikan bahwa sinergi ini disepakati menyusul pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Republik Arab Mesir, Abdel Fattah El-Sisi, di Istana Negara, Jakarta, Minggu (11/10/2026).

"Dari sisi investasi, kita akan bekerja sama antara Danantara Sovereign Wealth Fund dengan Sovereign Wealth Fund mereka, termasuk kerja sama di bidang palm oil dan CPO untuk memperkuat penetrasi produk turunan kelapa sawit Indonesia," ujar Rosan.

Pernyataan tersebut mendapat dukungan penuh dari Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie. Saat ditemui pada ajang Rakernas Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) 2026 di Jakarta, Senin (12/10/2026), Anindya menyoroti posisi geografis dan demografis Mesir yang sangat potensial bagi ekspansi bisnis nasional.

Poin-poin utama potensi pasar Mesir, rekam jejak korporasi Indonesia, serta penguatan posisi CPO meliputi:

  • Gerbang Utama (Gateway) Kawasan Afrika: Dengan populasi mencapai lebih dari 100 juta jiwa, Mesir menawarkan pasar nontradisional yang besar sekaligus menjadi hub logistik strategis untuk mendistribusikan produk turunan CPO ke berbagai negara Afrika lainnya.

  • Jejak Sukses Korporasi Indonesia: Anindya memaparkan bahwa keberhasilan perusahaan manufaktur nasional seperti Indofood dan Indorama yang telah beroperasi dan berkembang pesat di Mesir menjadi bukti konkret besarnya peluang nilai tambah perdagangan kedua negara.

  • Optimalisasi Produk Hilirisasi: Kolaborasi Danantara dan SWF Mesir diarahkan tidak hanya pada pengiriman bahan baku mentah (crude), melainkan fokus pada pembangunan industri pengolahan/hilirisasi di lokasi strategis guna menciptakan nilai tambah yang lebih tinggi.

Melalui kemitraan antar-lembaga pengelola investasi ini, Indonesia berpeluang besar memperkokoh posisi CPO nasional di pasar global sekaligus mengamankan pangsa pasar ekspor baru di Afrika di tengah tantangan proteksionisme kawasan barat.

Sumber: ekonomi.bisnis.com

Artikel Terkait