• Selasa, 22 September 2026
Berita Terbaru

BPI - BPDP - DITJENBUN, Selenggarakan Pelatihan Budidaya Kelapa Sawit Untuk 192 Orang Pekebun Sawit Asal Kabupaten Aceh Timur

ACEH, SAWIT INDONESIA - Melalui program Pengembangan Sumberdaya Manusia Perkebunan (SDM Perkebunan) tahun 2026 yang disponsori oleh BPDP (Badan Pengelola Dana Perkebunan) dan dukungan teknis dari Ditjenbun (Direktorat Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma – Direktorat Jenderal Perkebunan), BPI (Best Planter Indonesia) menyelenggarakan Pelatihan Budidaya Kelapa Sawit Gelombang 7 sebanyak 192 orang peserta yang terdiri dari 6 kelas pelatihan. Semua peserta berasal dari Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh, Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Aceh Timur serta Dinas Pertanian, Perkebunan dan Perikanan Kota Subulussalam. Rekomtek (Rekomendasi Teknis) untuk kepesertaan pelatihan diusulkan dari Disbun Kabupaten Kota ke Disbun Provinsi, dari Disbun Provinsi ke Direktorat Salma Ditjenbun, kemudian Ditjenbun mengeluarkan Keputusan Rekomtek Peserta Pelatihan.

Pelatihan Budidaya Kelapa Sawit berlansung selama 6 hari efektif atau 48 jam Pelajaran, mempelajari cara mengelola kebun kelapa sawit secara utuh, meliputi materi regulasi dan kebijakan budidaya kelapa sawit, persiapan benih dan bahan tanam, persiapan lahan, penanaman kelapa sawit, perawatan tanaman TBM, perawatan tanaman TM dan Fruitset, pengendalian gulma, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit. Satu hari dialokasikan untuk kunjungan lapang, yaitu ke Koperasi Produsen Perkebunan Berkat Bunga Damai di Gampong Cot Girek, Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh.

Koperasi Produsen Perkebunan Berkat Bunga Damai merupakan salah satu koperasi di provinsi Aceh yang sudah mendapatkan sertifikasi RSPO (Roundtable for Sustainable Palm Oil), yang artinya pengelolaan kebun koperasi sudah ramah lingkungan dan diakui oleh pembeli minyak sawit atau crude palm oil (CPO) dari 150 negara di dunia (sebagian besar di Eropa dan Amerika). Selain itu, koperasi juga sedang mengajukan sertifikasi ISPO, pengajuan program Sarana Prasarana dari BPDP dan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Semangat untuk maju ini perlu ditularkan ke peserta pelatihan.

Selama mengikuti pelatihan ini peserta tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga mendapatkan pengalaman, dan terpenting adalah konektivitas (keterhubungan) dengan para praktisi sawit dari narasumber BPI, pemegang regulasi dan kebijakan dari Disbun Provinsi, Kabupaten dan Kota, serta tukar informasi dengan sesama peserta pelatihan. Kebersamaan ini tetap dilanjutkan pasca pelatihan melalui group media yang dikelola oleh BPI.

Artikel Terkait