ACEH, SAWIT INDONESIA - Dalam rangka mendorong petani kelapa sawit swadaya untuk meningkatkan produktivitas kebunnya secara berkelanjutan, maka dilakukan program peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan berfokus pada intensifikasi lahan, yaitu meningkatkan produksi kebun tanpa memperluas areal, dengan memenuhi standar pengelolaan kebun secara ramah lingkungan. Best Planter Indonesia (BPI) sebagai provider pelatihan, sudah berpengalaman dalam program SDM Perkebunan ini, didukung para mentor dari kalangan praktisi yang berpengalaman puluhan tahun di perkebunan kelapa sawit Indonesia. Dengan filosofinya “Membangun Kebun adalah Membangun Manusia“, Program ini terselenggara dengan dukungan pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), dan dukungan teknis dari Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun).
Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit diselenggarakan dikota Banda Aceh, diikuti oleh 192 petani dari Kabupaten Aceh Timur. Pelatihan dilaksanakan selama seminggu yaitu tanggal 31 Agustus – 5 September 2026 di Hotel Mekkah dan Hotel Grand Nanggroe. Materi pelatihan meliputi regulasi dan kebijakan budidaya sawit, persiapan benih dan bahan tanam, persiapan lahan, teknis penanaman, pemeliharaan tanaman (TBM dan TM), pengendalian gulma, pemupukan, dan pengendalian hama dan penyakit pada tanaman kelapa sawit.
Acara Pembukaan dihadiri oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian – BPPSDMP (Bp. Dr. M. Apuk Ismane, S.P., M.Si) secara online. Turut hadir secara langsung di ballroom Hotel Mekkah yaitu Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh (Bp. Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, SP. MP), Kabid PPSDMPP Distanbun Provinsi Aceh (Bapak Mukhlis, SP. MA), Kepala Bidang Produksi Perkebunan Distanbun Provinsi Aceh (Bp. Fachrurrazi, S.P, M.Sc), Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Aceh Timur (Bapak Murdhani, S.STP, M. Si), dan Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Perikanan Kota Subulussalam, diwakili Bapak Andriansyah, SST (Kepala Bidang Perkebunan) yang hadir secara online. Dari PT Best Planter Indonesia dihadiri oleh Direktur Operasioanl (Bp. Friyandito, SP. M.M.), para narasumber dan panitia dari BPI.
Kegiatan kunjungan lapang dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 5 September 2026 ke Koperasi Produsen Perkebunan Berkat Bunga Damai di Gampong Cot Girek, Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh. Satu hari sebelumnya yaitu hari jum’at, para peserta narasumber dan panitia BPI menginap di hotel Diana dan hotel Rajawali kota Lhokseumawe. Waktu tempuh dari hotel ke lokasi kunjungan sekitar 2 jam. Sesampainya di lokasi, rombongan diterima dengan baik oleh bapak Abu Bakar AR selaku Ketua Koperasi beserta Pengurus Koperasi. Dalam sambutannya Ketua Koperasi menyampaikan bahwa Koperasi Berkat Bunga Damai sebelumnya berbentuk Gapoktan Berkat Bunga Damai. Dalam perkembangannya, pada tahun 2022 gapoktan naik kelas menjadi koperasi. Pada bulan Maret 2026, Koperasi Produsen Perkebunan Berkat Bunga Damai memperoleh Sertifikat RSPO.
Adapun langkah-langkah strategis yang dilakukan oleh Koperasi Berkat Bunga Damai adalah
A. Peningkatan Agronomi dan Praktik Terbaik (BMP).
1. Penggunaan Bibit Unggul Bersertifikat, dimana bibit berasal dari bantuan pemerintah pada program PIR (Perkebunan Inti Rakyat) tahun 2022.
2. Pemupukan tepat dan terukur.
3. Pengelolaan Hama Terpadu
B. Legalisasi lahan dan Pendataan data kebun.
1. Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB).
Membantu petani mendaftarkan lahannya, guna kepastian hukum, ketelusuran (traceability)
dan syarat akses bantuan pemerintah.
2. Penyelesaian status lahan
Mengidentifikasi lokasi kebun agar terbebas dari kawasan hutan atau area konservasi .
C. Penguatan kelembagaan petani
1. Mendorong petani tergabung dalam kelembagaan guna akses modal, posisi tawar harga
TBS dan pembelian sarana produksi secara kolektif.
2. Membangun kemitraan strategis.
Jaminan pasokan TBS dan pembinaan teknis budidaya.
Dari kunjungan lapang diharapkan petani peserta pelatihan dapat menerapkan pengelolaan kebunnya dengan praktek terbaik untuk menuju peningkatan produksi.














