• Sabtu, 19 September 2026
Berita Terbaru

BPDPKS Kucurkan Rp95 Miliar Bagi Pendanaan Grant Riset Sawit 2024

Jakarta, SAWIT INDONESIA - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) telah menandatangani 52 perjanjian kerja sama riset berkaitan dengan Program Grant Riset Sawit 2024. Kerja sama tersebut melibatkan 26 (dua puluh enam) Lembaga Litbang yang berasal dari perguruan tinggi negeri, swasta dan Kementerian/Lembaga pemerintah.

Di program Grant Riset Sawit 2024, BPDPKS mengucurkan dana sebesar Rp95 Miliar. Direktur Penyaluran Dana, Mohammad Alfansyah menyampaikan dalam laporannya bahwa Pada awal tahun 2024 telah dilaksanakan Call for Proposal Grant Riset Sawit yang dibuka selama kurang lebih 4 bulan untuk menjaring riset-riset sawit yang berpotensi menghasilkan sebuah inovasi yang memajukan kelapa sawit Indonesia. Dari pembukaan program ini, BPDPKS menerima sebanyak 785 proposal riset sawit. Jumlah proposal setiap tahunnya senantiasa mengalami peningkatan. Hal ini menunjukan bahwa minat meneliti komoditas strategis ini cukup tinggi.

Ucapan terima kasih disampaikan oleh Mohammad Alfansyah kepada Komite Litbang BPDPKS. Karena selama proses seleksi, BPDPKS dibantu oleh Komite yang beranggotakan para akademisi, praktisi dan perwakilan Kementerian/Lembaga Anggota Komite Pengarah BPDPKS. “Ibu dan Bapak telah meneliti dan menilai terhadap lebih dari 700 proposal yang berasal dari berbagai bidang riset”, ucap Alfan sebagaimana dikutip dari laman BPDPKS.

Program Grant Riset Sawit 2024 telah dibuka semenjak awal tahun ini. Call for Proposal dibuka oleh BPDPKS selama hampir 3 (tiga) bulan sampai dengan tanggal 17 Maret 2024. Topik-topik riset prioritas yang harapannya dapat menjawab kebutuhan industri kelapa sawit melalui pendekatan yang terdiri dari berbagai bidang yaitu Bioenergi, Biomaterial, Budidaya, Pasca Panen, Lingkungan, Pangan dan Sosial Ekonomi/ICT.

BPDPKS melaksanakan program Grant Riset Sawit sejak tahun 2015. Program Penelitian dan Pengembangan Sawit merupakan salah satu upaya BPDPKS untuk mendorong penguatan, pengembangan dan peningkatan pemberdayaan perkebunan dan industri sawit yang saling bersinergi, demi terwujudnya industri sawit nasional yang tangguh dan berkelanjutan.

Artikel Terkait