Dalam rangkaian Workshop dan Konferensi UMKM Sawit Jogja 2026 yang diselenggarakan AKPY STIPER, pada Kamis – Jum’at 923 – 24 April 2026), di kampusnya, dukungan dari BPDP menjadi salah satu penguat utama arah kegiatan.
Kepala Divisi Kemasyarakatan dan UKMK BPDP, Helmi Muhansah, menegaskan kegiatan ini bukan sekadar forum peningkatan kapasitas pelaku usaha, tetapi juga bagian dari strategi komunikasi publik yang lebih luas.
“Kegiatan workshop dan konferensi UMKM Sawit Jogja 2026 merupakan implementasi dari program promosi BPDP yang memiliki mandat untuk membangun narasi positif industri kelapa sawit di tengah berbagai tantangan persepsi publik,” ujarnya, saat sambutan melalui sambungan online (zoom meeting), Kamis (23 April 2026).
Dalam konteks tersebut, BPDP menjalankan fungsi kampanye positif (positive campaign) sebagai upaya menyeimbangkan bahkan melawan berbagai kampanye negatif (black campaign) yang kerap muncul terhadap komoditas sawit.
Menurut Helmi, pendekatan yang dilakukan tidak lagi hanya bersifat top-down atau berbasis institusi semata, tetapi juga melibatkan langsung pelaku usaha kecil, menengah, dan koperasi (UKMK) sebagai aktor utama di lapangan. Melalui workshop ini, peserta tidak hanya dibekali pengetahuan teknis dan peluang usaha berbasis produk turunan sawit, tetapi juga didorong untuk memahami posisi strategis mereka dalam ekosistem industri sawit nasional.
“Ketika UMKM merasakan langsung manfaat ekonomi dari sawit—baik melalui produk pangan, energi, maupun turunan lainnya—maka secara alami mereka akan menjadi bagian dari narasi besar industri ini,” ungkapnya. Dengan kata lain, pelaku UMKM diharapkan tidak hanya menjadi produsen atau pelaku ekonomi, tetapi juga berperan sebagai advokat yang mampu menyampaikan cerita positif tentang sawit kepada masyarakat luas.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa efektivitas promosi sangat bergantung pada pengalaman nyata yang dirasakan pelaku usaha. Oleh karena itu, kegiatan seperti workshop dan konferensi ini dirancang untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan—mulai dari akademisi, pemerintah, hingga pelaku usaha—agar tercipta pemahaman yang utuh dari hulu hingga hilir.
Dengan pendekatan tersebut, Workshop UMKM Sawit Jogja 2026 tidak hanya menjadi ruang belajar dan jejaring bisnis, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan kolektif dalam membangun citra positif sawit Indonesia berbasis bukti nyata dan pengalaman langsung para pelaku usaha.














