• Sabtu, 19 September 2026
Berita Terbaru

BPDP, PASPI, dan Unand Kolaborasi Sampaikan Fakta Positif Sawit

Padang, SAWIT INDONESIA — Universitas Andalas kembali menjadi tuan rumah kegiatan Bedah dan Diseminasi Buku yang berjudul “Mitos Vs Fakta: Industri Minyak Sawit Indonesia dalam Isu Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan Global Edisi Keempat” yang berlangsung di Convention Hall Universitas Andalas (UNAND). Penyelenggaraan kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Himpunan Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian (HIMASEKTA) Universitas Andalas dengan Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) yang didukung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).

Kegiatan Bedah Buku Mitos Vs Fakta Sawit di “Kampus Hijau” UNAND bukanlah yang pertama kali. Sebelumnya pada tahun 2017, UNAND menjadi salah satu universitas penyelenggaraan kegiatan bedah buku Mitos Fakta Sawit Edisi Ketiga.

Delapan tahun kemudian, buku Mitos Vs Fakta Sawit Edisi Keempat kembali “pulang” untuk dibedah dan didiseminasikan kepada masyarakat kampus UNAND. Dan pada momentum kali ini, peserta kegiatan bedah buku tidak hanya dalam lingkup UNAND saja, mahasiswa dari universitas sekitar seperti Universitas Negeri Padang, Universitas Ekasakti, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol, dan Universitas Baiturrahmah juga turut menjadi peserta kegiatan.

Perwakilan UNAND yang hadir dalam kegiatan Bedah dan Diseminasi Buku Mitos Fakta Sawit Edisi Keempat ini diantaranya Bapak Prof. Dr. Ir. Indra Dwipa, MS (Dekan Fakultas Pertanian Universitas Andalas) dan Ibu Hasnah, S.P., DipAgEc., M.Ec., Ph.D. (Ketua Departemen Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Andalas).

Kegiatan ini juga turut juga dihadiri perwakilan asosiasi pelaku usaha sawit di Sumbar yakni Bapak Bambang Wiguritno (Ketua GAPKI Sumbar) dan Bapak Jufri Nur (Ketua DPW APKASINDO Sumbar).

Pada kesempatan Bedah dan Diseminasi Buku Mitos Fakta Sawit Edisi Keempat, Dr. Tungkot Sipayung (Direktur Eksekutif PASPI) yang juga merupakan ketua Tim Penyusun Buku, memanfaatkan forum ini untuk mendiseminasikan isi dan pesan utama dari buku Mitos Vs Fakta Sawit Edisi Keempat. Diskusi kemudian diperdalam dengan pembahasan yang disampaikan tiga dosen UNAND yakni Prof. Dr. Ir. Melinda Noer, M.Sc (Dosen Departemen Sosial Ekonomi Pertanian), Prof. Dr. Ir. Herviyanti, MS (Dosen Prodi Ilmu Tanah), dan Dr. Fadjar Goembira, ST., (Dosen Prodi Teknik Lingkungan). Kehadiran para akademisi lintas disiplin ilmu untuk memberikan masukan berbasis riset ilmiah sekaligus memperkaya perspektif dalam memahami isu strategis sawit.

Kegiatan Bedah dan Diseminasi Buku Mitos Fakta Sawit Edisi Keempat di Universitas Andalas (Dok: PASPI)
Salah satu isu sawit yang di-highlight dalam diskusi tersebut yakni pemanfaatan biomassa sawit. Kebun sawit menghasilkan biomassa dalam jumlah yang sangat besar, mulai dari tandan kosong, pelepah/daun, serat, cangkang, dan batang.

Diperkirakan volume biomassa sawit tersebut mencapai 16 ton bahan bahan kering/hektar/tahun. Dengan jumlah tersebut bahkan lebih besar jika dibandingkan dengan volume minyak sawit sebagai produk utama dari perkebunan sawit.

Dalam salah satu jurnal ilmiah populer yang dipublikasikan PASPI, biomassa sawit dinilai memiliki banyak keunggulan yakni produk sampingan (joint product) dari minyak sawit sehingga biaya produksinya relatif rendah, tersedia sepanjang tahun dan terkonsentrasi dalam jumlah relatif besar, zero atau low carbon, dan tidak menyebabkan food-fuel trade-off dalam pemanfaatannya. Dengan berbagai potensi tersebut, biomassa sawit memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui hilirisasi guna menambah nilai ekonomi sekaligus mendukung ekonomi sirkuler yang lebih ramah lingkungan.

Selama ini, biomassa sawit telah lama dimanfaatkan pada perkebunan sawit meskipun masih dalam bentuk sederhana, misalnya penggunaan tandan kosong untuk kesuburan lahan atau penggunaan cangkang sebagai bahan bakar mesin boiler pada PKS/CPO Mill dan pengeras jalan di perkebunan sawit. Namun seiring dengan kemajuan riset dan teknologi, berbagai produk yang bernilai tinggi telah dihasilkan dari biomassa sawit antara lain bioenergi (bioethanol, biocoal, briket, biogas dari POME), biofertilizer, biochar, substitusi petro-fosil bahan baku plastik, pakan ternak, berbagai produk biokimia, biomaterial, dan lain-lain. Sejumlah inovasi tersebut juga dihasilkan oleh peneliti/inventor Indonesia melalui program Grant Riset Sawit (GRS) yang difasilitasi oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).

Hal lain yang menarik dalam pemanfaatan biomassa sawit ini adalah hilirisasi biomassa sawit tidak hanya dapat digarap oleh korporasi dengan modal besar saja, namun juga dapat dikembangkan dengan skala usaha kecil oleh UMKM.

Penyampaian Keynote Speech oleh Helmi Muhansyah (Kadiv Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP) pada Kegiatan Bedah dan Diseminasi Buku Mitos Fakta Sawit Edisi Keempat di Universitas Andalas (Dok: PASPI)
Fakta menarik tersebut diungkapkan Helmi Muhansyah selaku Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah BPDP dalam keynote speech yang disampaikan kepada peserta Bedah dan Diseminasi Buku Mitos Vs Fakta Sawit Edisi Keempat di UNAND.

Dalam paparannya, Kadiv Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, menyampaikan success story dari CV Surya Agro Nusantara yang mengembangkan usaha lidi sawit. CV tersebut merupakan alumni Inkubasi Bisnis UKMK Sawit yang diselenggarakan oleh BPDP berkolaborasi dengan UNAND pada tahun 2022.

Produk lidi sawit produksi CV Surya Agro Nusantara merupakan hasil pemberdayaan ekonomi petani sawit di Kabupaten Pasaman Barat dan sekitarnya. Lidi sawit dihasilkan oleh ribuan petani sawit di wilayah tersebut untuk selanjutnya dikumpulkan dan dipasarkan oleh CV Surya Agro Nusantara. Hasil produk lidi sawit bahkan telah berhasil menembus pasar ekspor tujuan negara India dan Nepal.

Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan usaha lidi sawit tersebut tersebut mampu berkontribusi dalam menciptakan sumber pendapatan baru bagi petani sawit. Keberhasilan tersebut juga tidak hanya memperlihatkan potensi ekonomi biomassa sawit, namun juga menunjukkan bahwa hilirisasi biomassa sawit dapat melibatkan masyarakat kecil secara langsung dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah.

Selain produk lidi sawit, masih banyak potensi hilirisasi biomassa sawit lainnya yang dapat dikembangkan sebagai bisnis UMKM. BPDP telah merangkum katalog berbagai produk UMKM Sawit yang telah dikomersialisasikan. Diantaranya memanfaatkan biomassa sawit menjadi berbagai produk seperti produk kerajinan anyaman dan furnitur, aksesories, personal care, gula merah sawit, pupuk, pakan ternak, dan lain-lain. Produk-produk tersebut dapat menjadi ide bisnis untuk dikembangkan lebih lanjut oleh UMKM di Indonesia.

Dengan semakin banyaknya inovasi dan produk hilir yang lahir dari biomassa sawit, pandangan bahwa biomassa sawit hanyalah limbah kini bergeser. Biomassa sawit tidak lagi dipandang sebagai sisa atau sampah yang tidak berguna, melainkan sebagai sumber daya berharga yang mampu menghasilkan keuntungan finansial sekaligus mendorong ekonomi hijau yang lebih berkelanjutan. Pada akhirnya, pemanfaatan biomassa sawit bukan hanya menjawab tantangan lingkungan, tetapi juga membuka jalan bagi Indonesia untuk membangun industri sawit yang lebih inklusif, modern, dan berdaya saing tinggi.

Artikel Terkait