Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) telah meluncurkan Katalog 100 Produk UKMK Kelapa Sawit pada pertengahan Juni 2025. Melalui peluncuran kata log ini diharapkan masyarakat semakin mengenal produk-produk UKM yang menjadi pengguna sawit.
Katalog 100 Produk UKMK Sawit ini merupakan edisi kedua sebagai pengembangan dan penyempurnaan dari edisi pertama yang telah diluncurkan pada tahun 2023. Dalam Katalog edisi kedua ini mencakup penambahan produk-produk UKMK sawit baru yang diproduksi sepanjang tahun 2024–2025.
Kata log ini memuat 100 produk unggulan dari UMKM dan koperasi petani sawit di berbagai daerah yang mencerminkan potensi luar biasa dari pemanfaatan komoditas sawit secara menyeluruh, mulai dari minyak sawit berkelanjutan, produk turunan bernilai ekonomi tinggi, hingga olahan limbah seperti kerajinan, personal care dan pupuk organik. Secara garis besar, kata log ini menunjukkan pemanfaatan kelapa sawit untuk produk pangan, wastra, kriya, perawatan tubuh, kosmetik dan produk organik yang dapat diproduksi pada skala UMKM dan Koperasi.
Direktur Utama BPDP, Eddy Abdurachman, mengungkapkan bahwa peluncuran kata log ini menjadi wujud kontribusi BPDP bersama UKM dan Koperasi (UKMK) sawit dalam mendorong transformasi industri kelapa sawit kearah yang lebih hijau, inklusif, berdaulat, dan berkelanjutan.
“Kata log tersebut juga mempertegas peran BPDP dalam pemberdayaan dan penguatan UKMK Sawit sebagai bagian dari kemitraan untuk menghasilkan berbagai produk inovasi UKMK sawit dan pemanfaatan hasil riset. Hal ini sekaligus menjadi upaya bersama untuk mempromosikan kebaikan-kebaikan komoditas perkebunan, terutama kelapa sawit, dalam kehidupan sehari-hari masyarakat,” tambahnya.
Peluncuran kata log juga menjadi bagian dari strategi BPDP dalam mendukung hilirisasi industri sawit, sejalan dengan Asta Cita dan visi pemerintah mendorong pembangunan ekonomi berbasis perkebunan yang inklusif. “Pemberdayaan UKMK ini bukan hanya memajukan pelaku usaha, tetapi juga memperkuat citra positif kelapa sawit di dalam dan luar negeri,” tambah Eddy.
BPDP meyakini bahwa kemitraan bersama UKMK Sawit merupakan sarana yang efektif untuk mempromosikan manfaat kelapa sawit kepada masyarakat. Adapun upaya promosi dan pengembangan pemanfaatan sawit dalam produksi produk UMKM dapat mendorong tumbuhnya wirausaha-wirausaha UMKM baru berbasis kelapa sawit yang berpeluang membuka lapangan kerja skala mikro di daerah.
Hal ini merupakan wujud pemberdayaan ekonomi masyarakat di daerah-daerah sentra sawit maupun daerah non-sentra sawit. Terlebi hlagi, Kelapa sawit telah menjadi salah satu pilar penting perekonomian nasional.
Pemberdayaan UKMK Sawit oleh BPDP juga merupakan bagian dari program Promosi Perkebunan sesuai amanat Perpres Nomor 132 Tahun 2024 yang bertujuan untuk meningkatkan citra nilai produk perkebunan, informasi pasar perkebunan, perluasan pasar perkebunan, peningkatan investasi perkebunan, dan penumbuh-kembangan pusat pemasaran komoditas perkebunan.
(Selengkapnya dapat dibaca di Majalah SAWIT INDONESIA, Edisi 165)






