• Minggu, 4 Oktober 2026
Berita Terbaru

BPDP Dorong UMKM Sawit Naik Omzet, Wujudkan Pertumbuhan 8% ala Prabowo

Bogor, SAWIT INDONESIA – Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) terus mendorong pemberdayaan UMKM berbasis sawit sebagai motor penggerak ekonomi lokal. Dalam kunjungan ke pabrik UMKM PT Ratu Bio Indonesia di Gunung Putri, Bogor, pada Jumat (24/10/2025), Kepala Divisi Kerjasama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, memaparkan visi besar untuk mencetak ribuan wirausaha perkebunan dengan slogan “UMKM Sawit Kaya Bersama BPDP,” mengadopsi semangat “Kaya Bersama Purbaya” yang digaungkan pemerintah.

Salah satu kisah sukses yang menjadi sorotan adalah seorang pengusaha muda asal Yogyakarta, penerima beasiswa LPDP dari Kementerian Keuangan, yang mengembangkan usaha batik konvensional menjadi berbasis sawit.

“Sebelumnya, usaha batiknya menghasilkan omzet Rp 500 juta dengan 15 tenaga kerja, sebagian besar ibu-ibu dari Lendah, dekat bandara baru Yogyakarta. Setelah kita kenalkan malam batik berbasis sawit, omzetnya melonjak menjadi lebih dari Rp 1 miliar, dan tenaga kerjanya kini mencapai 60 orang,” ungkap Helmi. Keberhasilan ini tidak hanya meningkatkan pendapatan pelaku usaha, tetapi juga memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat sekitar.

Helmi menegaskan bahwa BPDP tidak sekadar ingin mengenalkan potensi sawit secara teori kepada mahasiswa atau masyarakat awam.

“Kami ingin lebih dari itu. Sawit terbukti bisa menghasilkan beragam produk inovatif. Saat ini, kami sudah memiliki 100 katalog produk berbasis sawit, dan targetnya mencetak 1.000 UMKM perkebunan dengan sawit sebagai fokus utama, meski juga mencakup kakao dan kelapa,” jelasnya.

Untuk mewujudkan visi ini, BPDP menggandeng organisasi mahasiswa seperti Muhammadiyah, PMII, dan NU untuk berkolaborasi.

“Kami yakin banyak anggota mereka yang bergerak di bidang fashion atau wirausaha. Kami akan menginjeksi semangat kewirausahaan perkebunan, khususnya sawit, untuk menciptakan pelaku usaha seperti di Yogyakarta yang omzetnya naik dari ratusan juta ke miliaran rupiah,” tambah Helmi.

Inisiatif ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pertumbuhan ekonomi 8%. Helmi menekankan pentingnya mendorong konsumsi produk lokal untuk mengurangi ketergantungan pada barang impor.

“Konsumsi domestik adalah pilar utama pertumbuhan ekonomi. Kami ingin memastikan konsumsi ini berasal dari produk kita sendiri, bukan impor,” ujarnya.

BPDP juga memperkenalkan inovasi produk berbasis sawit, seperti roti dengan saripati sawit yang telah dipromosikan di beberapa kota, termasuk Jambi. “Produk ini menarik dan punya potensi besar. Kami berharap teman-teman jurnalis turut membantu menyebarkan informasi tentang inovasi ini,” kata Helmi, mengajak media untuk menjadi mitra dalam mempopulerkan produk UMKM sawit.

Sebagai langkah strategis, BPDP berencana mendirikan Rumah Display UMKM Perkebunan di Kementerian Koperasi dan UKM, Jalan Gatot Subroto, Jakarta. “Tempat ini akan menjadi pusat promosi produk UMKM sawit, fasilitasi transaksi, dan sarana diskusi dengan media serta pemangku kepentingan lainnya. Kami tinggal menunggu waktu peluncurannya,” tutur Helmi.

Dengan berbagai inisiatif ini, BPDP optimistis dapat mencetak lebih banyak wirausaha sukses berbasis sawit, memperkuat ekonomi lokal, dan mendukung cita-cita nasional untuk pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan

Artikel Terkait