• Minggu, 4 Oktober 2026
Berita Terbaru

BPDP Dorong UMKM Ambil Peran Strategis dalam Program PSR

Palembang, SAWIT INDONESIA — Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) semakin aktif terlibat dalam Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), khususnya pada penyediaan bibit unggul dan sarana produksi penunjang perkebunan.

Hal itu disampaikan Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, di sela kegiatan Workshop PSR dan Pekan Benih Sawit 2026 di Palembang, Kamis (12 Februari 2026).

“Kita mensuport kegiatan ini dan diharapkan UMKM semakin berperan dalam program PSR, misalnya sebagai penangkar bibit sawit. Kita dorong agar mereka bisa menyediakan bibitnya, tentu harus sesuai regulasi,” ujar Helmi.

Menurutnya, sejumlah organisasi dan kelompok tani telah mulai mengambil peluang tersebut. Beberapa di antaranya berasal dari APKASINDO, petani di Riau melalui program Santripreneur, serta Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).

“Memang saya belum mengetahui apakah semuanya sudah tersertifikasi atau belum, tapi mereka kabarnya sudah siap menjadi penangkar,” katanya.

BPDP, lanjut Helmi, mengambil peran sebagai pendukung dan fasilitator agar UMKM bisa masuk dalam rantai pasok industri sawit rakyat, tidak hanya di hilir tetapi juga hulu.

“Kita juga mendorong ada UMKM yang membuat pupuk. Selama ini kita banyak bergerak di hilir, seperti Rumah UMKM Perkebunan, pameran-pameran, sampai membawa mitra memasarkan produknya. Bahkan ada pupuk berbahan dasar sawit yang ditampilkan di ajang pameran kemarin,” jelasnya.

Selain kelapa sawit, tahun ini BPDP juga mendapat mandat pengembangan komoditas kakao dan kelapa, meski fokus utama masih pada sawit sebagai komoditas strategis nasional.

Dorong percepatan PSR

Workshop sendiri diselenggarakan oleh Majalah Sawit Indonesia dan didukung BPDP selama dua hari, 12–13 Februari 2026. Forum ini bertujuan mempercepat implementasi PSR sekaligus mengajak petani beralih menggunakan benih sawit unggul dan bersertifikat guna meningkatkan produktivitas kebun rakyat.

Sekitar 200 peserta hadir, terdiri dari petani, koperasi, pemerintah daerah, hingga pelaku industri. Kegiatan ini untuk pertama kalinya digelar di Sumatera Selatan, yang dikenal sebagai salah satu sentra sawit nasional dengan realisasi PSR tertinggi.

Ketua panitia sekaligus Pemimpin Redaksi Majalah Sawit Indonesia, Qayuum Amri, mengatakan rangkaian acara diawali dengan kunjungan lapangan sehari sebelumnya.

Peserta diajak melihat langsung praktik PSR di KUD Lempung Indah Sejahtera, Desa Lempuing Indah, Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir.

“Kunjungan ini untuk melihat kisah sukses petani yang melakukan PSR sejak 2019. Dalam tiga tahun, produktivitas lahan bisa mencapai 19 ton per hektare per tahun, padahal sebelumnya kurang dari 3 ton,” ujar Qayuum.

Ia menilai keberhasilan tersebut menunjukkan pentingnya penggunaan benih unggul dan tata kelola kebun yang lebih baik dalam meningkatkan kesejahteraan petani.

Artikel Terkait