• Sabtu, 19 September 2026
Berita Terbaru

BPDP, Ditjenbun, dan PT Citra Widya Education Tingkatkan Kompetensi Pekebun Sawit Pasangkayu Melalui Pelatihan

Palu, SAWIT INDONESIA – Peningkatan kompetensi pekebun menjadi salah satu kunci utama dalam mendorong produktivitas dan daya saing perkebunan kelapa sawit rakyat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan (SDMP) Tahun 2026 yang resmi dibuka di salah satu hotel di Palu, pada Senin (22 Juni 2026).

Program hasil kerja sama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, dan PT Citra Widya Education ini diikuti 127 petani kelapa sawit asal Kabupaten Pasangkayu. Para peserta terbagi ke dalam dua kelas pelatihan, yakni Teknis Budidaya Kelapa Sawit yang diikuti 59 peserta serta Teknis Panen dan Pascapanen Kelapa Sawit yang diikuti 68 peserta.

Pembukaan pelatihan dihadiri Direktur PT Citra Widya Education St. Nugroho Kristono, Sekretaris Daerah Kabupaten Pasangkayu Muhammad Muh. Zain Machmud, S.Sos., M.Si., Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Pasangkayu Dr. H. Abidin, S.Pd., M.Si., serta Perwakilan Direktorat Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Kementerian Pertanian RI Mula Putera, S.E., M.Sc., yang mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom Meeting.

Direktur PT Citra Widya Education, St. Nugroho Kristono, mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam membangun SDM perkebunan yang kompeten, profesional, dan mampu menjawab tantangan industri sawit yang terus berkembang.

Menurutnya, pelatihan dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kemandirian pekebun dalam mengelola kebun sesuai prinsip tata kelola perkebunan kelapa sawit yang baik dan berkelanjutan. Untuk memastikan kualitas pembelajaran, seluruh materi disampaikan oleh praktisi dan tenaga ahli yang memiliki pengalaman di bidangnya.

"Kami berharap peserta tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan, tetapi juga mampu menerapkan praktik-praktik terbaik di kebun masing-masing sehingga produktivitas dan kualitas hasil panen dapat terus meningkat," ujarnya.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Pasangkayu, Dr. H. Abidin, menyampaikan apresiasi kepada BPDP, Direktorat Jenderal Perkebunan, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program peningkatan kapasitas SDM tersebut.

"Pelatihan ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan kompetensi pekebun kelapa sawit. SDM yang berkualitas akan menjadi modal utama untuk mewujudkan perkebunan sawit rakyat yang produktif dan berkelanjutan," katanya.

Ia menambahkan bahwa materi budidaya, panen, dan pascapanen yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan pekebun karena mencakup seluruh tahapan pengelolaan kebun hingga penanganan hasil panen secara optimal.

Sementara itu, Perwakilan Direktorat Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Kementerian Pertanian RI, Mula Putera, menegaskan bahwa penguatan kompetensi SDM merupakan strategi utama pemerintah untuk meningkatkan produktivitas perkebunan rakyat.

Menurutnya, Indonesia masih menjadi produsen minyak sawit terbesar di dunia, namun produktivitas perkebunan rakyat masih berada pada kisaran 3,3 ton per hektare per tahun, padahal potensinya dapat mencapai 5–6 ton per hektare per tahun apabila didukung penerapan teknik budidaya yang baik dan kompetensi pekebun yang memadai.

"Salah satu faktor yang harus terus diperkuat adalah kualitas sumber daya manusia. Melalui pelatihan seperti ini, pemerintah berharap kemampuan teknis maupun manajerial pekebun terus meningkat sehingga mampu mengelola kebun secara lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan," jelasnya.

Ia juga menyoroti berbagai tantangan yang masih dihadapi pekebun, mulai dari pemeliharaan tanaman yang belum optimal, pengendalian organisme pengganggu tanaman, keterbatasan akses permodalan, hingga pengelolaan rantai pasok. Menurutnya, seluruh tantangan tersebut dapat diatasi melalui peningkatan kompetensi yang dilakukan secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Pertanian juga mengajak para instruktur untuk memberikan pendampingan yang optimal kepada peserta, mendorong peserta agar mengimplementasikan ilmu yang diperoleh sekaligus membagikannya kepada pekebun lain, serta meminta pemerintah daerah melakukan monitoring dan evaluasi agar hasil pelatihan benar-benar diterapkan di lapangan.

Mewakili Bupati Pasangkayu, Sekretaris Daerah Kabupaten Pasangkayu Muhammad Muh. Zain Machmud secara resmi membuka kegiatan pelatihan. Ia menegaskan bahwa sebagai salah satu daerah dengan areal perkebunan kelapa sawit terluas di Sulawesi Barat, Pasangkayu membutuhkan pekebun yang terus meningkatkan kompetensinya agar mampu mengikuti perkembangan teknologi dan praktik budidaya modern.

"Saya berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh. Pengetahuan yang diperoleh hendaknya dipadukan dengan pengalaman yang telah dimiliki sehingga mampu meningkatkan kualitas budidaya, panen, dan pascapanen kelapa sawit di Kabupaten Pasangkayu," ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Pasangkayu juga menyatakan komitmennya untuk terus melakukan pendampingan dan monitoring pascapelatihan agar ilmu yang diperoleh peserta dapat diterapkan secara konsisten di lapangan.

Melalui Pelatihan Pengembangan SDM Perkebunan Tahun 2026 ini, diharapkan lahir pekebun sawit yang semakin kompeten, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi sehingga mampu meningkatkan produktivitas kebun, memperkuat daya saing sawit rakyat, sekaligus mewujudkan pengelolaan perkebunan yang berkelanjutan.

Artikel Terkait