• Minggu, 4 Oktober 2026
Berita Terbaru

BPDP dan RPN Jembatani Hilirisasi Riset Sawit, UMKM Didorong Hasilkan Produk Bernilai Ekonomi

Medan, SAWIT INDONESIA – Berbagai inovasi hasil penelitian kelapa sawit tidak lagi diarahkan hanya menjadi temuan ilmiah di laboratorium. Melalui Workshop Pangan Sehat Berbasis Minyak Sawit, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) melalui Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) mendorong hasil riset tersebut dapat dikomersialisasikan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi produk pangan bernilai tambah yang memiliki daya saing di pasar.

Workshop yang berlangsung pada 22–23 Juli 2026 di Medan ini diikuti 46 pelaku UMKM dari Kota Medan dan sekitarnya. Selama dua hari, peserta memperoleh pembekalan tidak hanya mengenai pemanfaatan minyak sawit sebagai bahan baku pangan sehat, tetapi juga keterampilan mengembangkan produk, mengurus perizinan, membangun merek, hingga menyusun strategi pemasaran digital.

Kegiatan menghadirkan peneliti PPKS, akademisi Universitas Sumatera Utara, praktisi bisnis, serta narasumber dari berbagai instansi yang membahas potensi hilirisasi sawit dari sisi teknologi, inovasi produk, dan peluang pasar. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mempercepat adopsi hasil penelitian sehingga inovasi yang telah dikembangkan lembaga riset dapat segera diterapkan menjadi usaha yang menghasilkan nilai ekonomi.

Kepala Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), Dr. Winarna, mengatakan hilirisasi merupakan strategi penting untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sawit nasional. Menurutnya, hasil-hasil penelitian harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.


"Kelapa sawit memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk pangan bernilai tambah tinggi. Melalui workshop ini kami ingin memastikan bahwa hasil-hasil riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi dapat diimplementasikan oleh masyarakat dan UMKM menjadi peluang usaha yang nyata," ujarnya dalam keterangan resmi.

Ia menambahkan, berbagai inovasi yang telah dihasilkan PPKS akan memberikan manfaat lebih besar apabila mampu diadopsi oleh pelaku usaha. Dengan demikian, riset tidak hanya berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menciptakan peluang bisnis baru yang mendukung hilirisasi kelapa sawit nasional.

Selama workshop, peserta diperkenalkan dengan berbagai pemanfaatan minyak sawit sebagai lemak pangan sehat, termasuk penggunaan produk turunannya seperti minyak makan merah, margarin, shortening, hingga cocoa butter substitute (CBS). Peserta juga mendapatkan materi mengenai konsep pangan sehat berbasis minyak sawit, regulasi perizinan pangan, strategi branding, serta pemasaran digital untuk memperkuat daya saing produk di pasar.

Transfer teknologi juga dilakukan melalui kunjungan ke Galeri Riset Sawit dan demonstrasi pemanfaatan minyak sawit padat serta minyak makan merah di Oil Palm Education Center (OPEC) PPKS. Melalui kegiatan tersebut, peserta dapat melihat secara langsung bagaimana hasil penelitian dapat diterjemahkan menjadi produk yang siap dikembangkan dan dipasarkan oleh UMKM.

Dukungan BPDP terhadap workshop ini merupakan bagian dari komitmen memperkuat hilirisasi sawit melalui pengembangan sumber daya manusia dan pemberdayaan UMKM. Pemanfaatan hasil riset diharapkan mampu melahirkan lebih banyak produk inovatif yang meningkatkan daya saing usaha sekaligus memperluas manfaat ekonomi komoditas sawit.

Senior Analis Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Anwar Sadat, mengatakan BPDP terus memperluas dukungan kepada masyarakat melalui berbagai program peningkatan kapasitas.

"BPDP memiliki banyak program dukungan kepada masyarakat, mulai dari peningkatan kapasitas SDM melalui berbagai pelatihan, fasilitasi kegiatan, hingga berbagai bentuk dukungan lainnya. Kami berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut agar semakin banyak UMKM yang mampu berkembang dan menghasilkan produk-produk bernilai tambah berbasis kelapa sawit," katanya.

Melalui sinergi BPDP, PT RPN, PPKS, akademisi, dan pelaku usaha, workshop ini menjadi jembatan antara dunia riset dan dunia usaha. Inovasi yang sebelumnya berkembang di laboratorium diharapkan semakin banyak diadopsi oleh UMKM, sehingga melahirkan produk pangan berbasis minyak sawit yang bernilai ekonomi tinggi sekaligus memperkuat hilirisasi industri sawit nasional dari tingkat akar rumput.

Artikel Terkait