PT Pascal Biotech Indonesia menerima penghargaan Sawit Indonesia Award 2025 untuk kategori Pionir Pengendali Ganoderma Berbasis Bakteri. Penghargaan tersebut diserahkan dalam ajang Sawit Indonesia Award 2025 yang digelar di Jakarta, Selasa (16 Desember 2025).
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Pascal dalam menghadirkan solusi bioteknologi berbasis bakteri untuk mengendalikan penyakit Ganoderma boninense, salah satu tantangan utama industri kelapa sawit nasional.
Penyakit ganoderma selama ini dikenal sebagai penyebab Basal Stem Rot (BSR) yang berdampak langsung terhadap produktivitas dan umur ekonomis tanaman sawit. Inovasi Pascal dinilai menghadirkan pendekatan yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan, sejalan dengan arah transformasi industri sawit menuju praktik yang efisien dan berwawasan lingkungan.
Salah satu produk unggulan Pascal dalam pengendalian ganoderma adalah ActinoPLUS (EMBIO ActinoPLUS), yang diformulasikan menggunakan bakteri Streptomyces sebagai agen hayati. Produk ini dirancang untuk menekan perkembangan patogen ganoderma di dalam tanah sekaligus memperbaiki kesehatan perakaran tanaman.
Selain ActinoPLUS, Pascal juga mengembangkan produk pendukung berbasis mikroba tanah yang difungsikan untuk meningkatkan keseimbangan mikroorganisme, memperbaiki struktur tanah, serta memperkuat ketahanan alami tanaman sawit terhadap infeksi penyakit tular tanah. Pendekatan tersebut selaras dengan prinsip Integrated Pest Management (IPM) yang kini semakin didorong di sektor perkebunan.
Direktur Utama PT Pascal Biotech Indonesia, Miftachul Anwar menjelaskan pengendalian Ganoderma dengan teknologi terbaru milik Pascal menggunakan Bacteri Streptomyces nigrogriseolus GanoSA1 yang mempunyai antibiotik terhadap tanaman. Hal ini dapat mengatasi lajunya Ganoderma dan dapat mengeluarkan metabolik sekunder yang sangat bermanfaat buat tanaman. Streptomyces nigrogriseolus GanoSA1 juga tahan terhadap kondisi yang ekstrim seperti pH rendah dan suhu yang tinggi.
Dewan juri Sawit Indonesia Award menilai inovasi Pascal memiliki dampak nyata di lapangan, khususnya dalam membantu perusahaan perkebunan menekan tingkat serangan ganoderma sekaligus menjaga efisiensi biaya perawatan kebun. Inovasi berbasis bakteri ini juga dinilai relevan dengan tuntutan industri sawit global yang kian mengedepankan aspek keberlanjutan dan pengurangan bahan kimia sintetis.
Sawit Indonesia Award 2025 merupakan ajang tahunan keempat yang memberikan penghargaan kepada pelaku industri sawit yang berkontribusi dalam pengembangan teknologi, inovasi, serta praktik berkelanjutan. Penilaian mencakup aspek kebaruan teknologi, konsistensi implementasi, dan kontribusi terhadap daya saing industri sawit nasional.
Penghargaan tersebut memperkuat posisi PT Pascal Biotech Indonesia sebagai salah satu pelaku bioteknologi yang berperan aktif dalam transformasi pengendalian penyakit tanaman sawit berbasis sains, di tengah upaya industri meningkatkan produktivitas sekaligus memenuhi standar lingkungan dan keberlanjutan.














