Bengkulu, SAWIT INDONESIA – Sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kemahiran dalam hal teknis pemetaan lokasi kebun dan manajemen & administrasi keuangan, sebanyak 88 petani sawit asal Kabupaten Bengkulu Utara dan Bengkulu Selatan, dilibatkan dalam pelatihan.
Pelatihan tersebut terselenggara dengan adanya kolaborasi antara IPB Training, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) - Kementerian Pertanian. Pelatihan yang terbagi menjadi dua jenis pelatihan yaitu Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit (2 kelas) dan Manajemen & Administrasi Keuangan (1 kelas), diadakan selama empat hari (Senin – Kamis, 7 – 10 Juli 2025), di salah satu hotel di Bengkulu.
Kegiatan pelatihan ini sangat penting bagi petani sawit, pelatihan pemetaan lokasi kebun. Tujuannya antara lain memahami Kebijakan dan Regulasi terkait pemetaan lahan, mengetahui dasar-dasar pemetaan lahan, mengenal dan mengetahui cara penggunaan alat pemetaan, mengetahui manfaat dan metode tracking dan sensus tanaman, mengetahui pemetaan kebun dengan metode Poligon dan pembuatan peta kebun, mengetahui pengelolaan data dan analisis pengukuran lahan, memahami cara penyajian dan membaca peta, dan memberikan keterampilan dalam pemetaan kebun dan pengolahan hasil.
Sementara, untuk pelatihan manajemen dan administasi keuangan bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang pembukuan dan administrasi keuangan, meningkatkan pengetahuan tentang pengelolaan kredit dan simpan pinjam, meningkatkan kemampuan penyusunan proposal usaha, dan meningkatkan pengetahuan tentang penetapan harga TBS dan administrasi produksi.
Dalam konteks petani sawit yang mengelola perkebunan sawit dapat meningkatkan daya saing petani menjadi salah satu fokus utama dalam mendorong kesejahteraan dan keberlanjutan industri kelapa sawit di Indonesia.
Secara teknis, IPB Training dalam pelaksanaanya melibatkan para trainer yang merupakan dosen IPB University dengan latar pengalaman di bidang manajemen agribisnis dan ilmu ekonomi pertanian.
Sebagai informasi, kegiatan pelatihan tersebut merupakan implementasi dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDM PKS) yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi petani agar mampu mengelola usaha kebun secara profesional, modern, dan berkelanjutan, tak terkecuali bagi petani sawit yang ada di Kabupaten Bengkulu Utara.
Peserta tidak hanya dibekali dengan teori teknis pemetaan lokasi kebun dan manajemen usaha tani, melainkan diarahkan untuk mampu mengimplementasikan praktik administrasi keuangan yang tertib dan transparan. Hal ini diharapkan dapat mempermudah petani dalam membuat perencanaan usaha, pencatatan transaksi, hingga penyusunan laporan keuangan sederhana.
Prof. Dr. Ir. Dwi Rachmina, M.Si, salah satu narasumber dari IPB Training, mengutarakan dalam pelaksanannya narasumber dari IPB Training tidak hanya menyampaikan materi, melainkan melibatkan peserta dalam sesi diskusi, studi kasus, dan simulasi praktikum. Sehingga materi dapat langsung diaplikasikan sesuai kondisi di lapangan.
“Metode ini diharapkan dapat menumbuhkan kepercayaan diri para petani untuk menerapkan ilmu baru, sekaligus menjadi agen perubahan di komunitasnya. Pelatihan ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan petani dalam mewujudkan sektor perkebunan kelapa sawit yang maju, mandiri, dan berdaya saing tinggi,” ujar Prof Dwi.
Selain itu, lanjutnya, petani perlu didorong untuk memiliki pola pikir wirausaha agar mampu membaca peluang pasar dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
“Kami ingin petani tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga mulai berpikir sebagai entrepreneur. Dalam pelatihan ini, peserta didorong untuk menyusun proposal bisnis yang realistis, sehingga mampu membuka akses kemitraan dan permodalan di masa depan,” sambung Prof. Dwi.
Sementara itu, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dr. ApukIsmane, menegaskan pentingnya pelatihan ini sebagai wujud komitmen pemerintah dalam membangun sektor pertanian yang tangguh dan mandiri.
“Pelatihan ini selaras dengan salah satu prinsip utama dalam Asta Cita, yaitu kemandirian pangan melalui optimasi lahan. Penyuluhan, pendidikan, dan pelatihan adalah tiga pilar penting dalam pembangunan pertanian. Kita ingin agar petani tidak hanya andal di lapangan, tetapi juga memiliki kemampuan manajerial yang mumpuni,” tegasnya yang hadir secara daring dalam pembukaan, pada Senin (10 Juli 2025).














