• Sabtu, 19 September 2026
Berita Terbaru

BPDP dan BPI Melatih Petani Sawit Riau dalam Memproduksi Pupuk Organik untuk Mengurangi Biaya Pemupukan yang Semakin Tinggi

Pekanbaru, SAWIT INDONESIA — Tantangan berat tengah dihadapi oleh para petani kelapa sawit swadaya di Provinsi Riau. Di tengah fluktuasi harga Tandan Buah Segar (TBS), mereka juga harus berhadapan dengan lonjakan harga pupuk kimia (anorganik) yang kian melambung tinggi. Biaya pemupukan yang membengkak ini otomatis menggerus pendapatan dan kesejahteraan para petani.

Merespons kondisi tersebut, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bekerja sama dengan Best Planter Indonesia (BPI) mengambil langkah strategis dengan menggelar pelatihan intensif bagi petani sawit di provinsi Riau, khususnya petani sawit asal Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) untuk memproduksi pupuk organik secara mandiri memanfaatkan limbah perkebunan. Pelatihan ini dilaksanakan di Hotel Bono, Kota Pekan Baru Propinsi Riau dari tanggal 30 Juni 2026 hingga 3 Juli 2026. Jumlah Petani sawit yang dilatih oleh BPI dalam pembuatan pupuk organik ini berjumlah 201 orang dengan perincian dari Kabupaten Kuansing sebanyak 139 orang, dan dari Kabupaten Bengkalis sebanyak 62 orang.

Solusi Cerdas di Tengah Mahalnya Pupuk Kimia

Biaya pupuk konvensional saat ini sekitar 60 - 70% dari total biaya perawatan kebun sawit. Melalui pelatihan ini, BPDP dan BPI mengedukasi petani bahwa limbah sawit yang selama ini dibiarkan - seperti pelepah sawit, janjang kosong (jangkos), solid, hingga sisa serasah - dapat diolah menjadi pupuk organik berkualitas tinggi.

"Kami tidak bisa terus-menerus bergantung pada pupuk kimia yang harganya makin tidak menentu. Pelatihan ini membuka mata kami bahwa bahan baku pupuk gratis sebenarnya ada di sekitar kebun kami sendiri," ujar salah satu perwakilan kelompok tani peserta pelatihan.

Manfaat Ganda: Dapat Hemat Biaya dan Memperbaiki struktur Tanah

Pelatihan pembuatan pupuk organik ini dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang bagi petani, di antaranya:

  • Pangkas Biaya Produksi secara Signifikan.

Dengan memproduksi pupuk organic padat (POP) dan pupuk organik cair (POC) secara mandiri, petani dapat mengurangi biaya pupuk 30% - 50%.

  • Meningkatkan Pendapatan Bersih.

Penurunan biaya pupuk otomatis akan memperlebar margin keuntungan petani dari hasil penjualan buah sawit.

  • Memperbaiki Kesuburan Tanah.

Penggunaan pupuk organik secara konsisten mampu memperbaiki kesuburan dan Kesehatan tanah, ditandai oleh keberadaan cacing tanah dilahan perkebunan.

Sinergi Berkelanjutan BPDP dan BPI

Pada pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik, peserta dibimbing dari hulu sampai hilir, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pembuatan pupuk organik, pengujian kualitas pupuk, hingga cara aplikasinya di lapangan. Materi pelatihan terintegrasi ini sangat diperlukan oleh peserta agar ilmu pengetahuan dan pengalaman selama pelatihan dapat langsung diterapkan sekembalinya dari pelatihan.

Melalui pelatihan pupuk organik ini, petani sawit Riau khususnya petani sawit kabupaten Kuansing dan kabupaten Bengkalis dapat mengelola kebunnya dengan lebih baik lagi.

Artikel Terkait