• Rabu, 28 Oktober 2026
Berita Terbaru

BPDP dan Best Planter Indonesia Latih 60 Orang Petani sawit Kota Subulussalam pengendalian penyakit Ganoderma

BANDA ACEH, SAWIT INDONESIA - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bekerja sama dengan Best Planter Indonesia (BPI) menggelar pelatihan Teknis Budidaya kelapa Sawit dimana salah satu Materinya adalah pengendalian penyakit Ganoderma bagi 60 orang petani kelapa sawit asal Kota Subulussalam. Kegiatan ini diselenggarakan di Hotel Mekkah, Kota Banda Aceh, dan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan (field trip) ke PT Agro Sinergi Nusantara (ASN), Kebun Batee Puteh, Kabupaten Aceh Jaya.

Pelatihan ini digelar sebagai langkah proaktif untuk membekali para petani dalam mengantisipasi ancaman Ganoderma, salah satu penyakit utama dan paling mematikan pada tanaman kelapa sawit yang hingga saat ini belum ditemukan obatnya.

Mengapa Pelatihan Ini Sangat Penting?

Penyakit busuk pangkal batang (Basal Stem Rot) yang disebabkan oleh jamur Ganoderma boninense menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan perkebunan sawit di Indonesia. Serangan jamur ini dapat merusak jaringan pembuluh tanaman, menyebabkan batang membusuk, daun menguning dan terkulai, hingga akhirnya pohon tumbang dan mati.

Karena belum ada obat yang mampu menyembuhkan tanaman yang telah terinfeksi, strategi terbaik yang dapat dilakukan oleh para petani adalah melalui pencegahan dini dan pengelolaan kesehatan lahan secara terpadu.

Pengenalan Gejala dan Kunjungan Lapangan

Selama sesi teori di Hotel Mekkah Banda Aceh, para peserta diajarkan cara mengenali gejala awal serangan Ganoderma di areal perkebunan. Petani dilatih mengidentifikasi tanda-tanda fisik pada tanaman, seperti penumpukan daun tombak yang tidak membuka, warna daun yang memucat, hingga munculnya tubuh buah jamur (fruiting body) berbentuk kipas atau mangkuk keras di bagian pangkal batang.

Untuk memperkuat pemahaman teori, para peserta diboyong menuju Kebun Batee Puteh milik PT Agro Sinergi Nusantara di Aceh Jaya. Di lokasi ini, petani melihat langsung kondisi lapangan, mengamati bentuk fisik jamur Ganoderma, serta mempelajari praktik pengelolaan kebun yang diterapkan oleh perusahaan dalam menekan persebaran penyakit tersebut.

Langkah Pencegahan Terpadu yang Diajarkan

Dalam pelatihan ini, para nara sumber dari Best Planter Indonesia menekankan dua pilar utama pencegahan Ganoderma:

1. Penyehatan Tanah secara Berkala

Kondisi tanah yang sehat dan kaya bahan organik menjadi fondasi utama dalam menekan perkembangan patogen. Petani diajarkan cara mengaplikasikan bahan organik serta pupuk organik guna meningkatkan populasi mikroorganisme menguntungkan di dalam tanah.

2. Aplikasi Musuh Alami (Biological Control)

Penggunaan agens hayati menjadi salah satu benteng pertahanan terbaik melawan Ganoderma. Peserta dilatih mengaplikasikan jamur antagonis seperti Trichoderma spp. dan jamur Mikoriza. Agens hayati ini bekerja dengan cara berkompetisi, memparasit, serta memperkuat sistem perakaran tanaman kelapa sawit agar lebih tahan terhadap serangan Ganoderma.

Harapan untuk Masa Depan Sawit Indonesia

Melalui kegiatan ini, BPDP dan Best Planter Indonesia berharap para petani kelapa sawit dari Kota Subulussalam dapat menjadi pelopor dalam menjaga kesehatan lahan dan menerapkan praktik budidaya yang berkelanjutan. Kesadaran akan pentingnya pencegahan dini diharapkan dapat menekan angka kematian tanaman sawit akibat Ganoderma di tingkat petani swadaya.

"Ganoderma memang belum ada obatnya, tetapi bisa kita cegah agar tanaman kelapa sawit kita tidak terserang."

Artikel Terkait