• Sabtu, 19 September 2026
Berita Terbaru

Bicara Sektor Sawit di Jawa Timur, Bupati Malang: Optimalisasi Program Pengembangan Perkebunan Rakyat Melalui Pola Kemitraan

Jakarta, SAWIT INDONESIA - Pemerintah Kabupaten Malang menyambut baik sekaligus menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terlaksananya kegiatan “Workshop Penguatan Kemitraan dan Kelembagaan Perkebunan Sawit Rakyat Provinsi Jawa Timur”, yang diadakan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Hal tersebut diutarakan Bupati Malang, Drs. H.M. Sanusi, M.M, saat menyampaikan sambutan, pada acara ‘Workshop Penguatan Kemitraan dan Kelembagaan Perkebunan Sawit Rakyat Provinsi Jawa Timur’, pada Jum’at (19 Juli 2024), di Malang.

“Sehubungan dengan hal tersebut, pada kesempatan yang baik ini saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada APKASINDO yang selama ini telah menjadi wadah edukasi dan advokasi sehingga peran petani kelapa sawit di Indonesia dapat lebih proaktif di industri nasional maupun internasional,” kata Bupati Sanusi.

“Mudah-mudahan pertemuan pada hari ini mampu menjadi forum strategis dalam rangka menjembatani komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi di antara kita sekalian, sehingga dapat membawa manfaat dan perubahan positif menuju industri kelapa sawit yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak luas bagi semua pihak,” imbuhnya, yang disambut baik oleh para peserta dan tamu undangan.

Diketahui bersama, di tengah dinamika ekonomi global yang semakin kompleks, kelapa sawit terus menunjukkan perannya sebagai salah satu tulang punggung perekonomian negara.

Hal tersebut juga diiringi dengan meningkatnya kesadaran para pemangku kepentingan akan pentingnya menjaga keberlanjutan dalam industri ini, di antaranya melalui penguatan kemitraan.

Dijelaskan Bupati Sanusi, kemitraan tidak hanya mencakup hubungan antara produsen dan pemasok, akan tetapi juga melibatkan Pemerintah, lembaga riset, organisasi masyarakat, serta masyarakat lokal.

“Dengan demikian, diharapkan dapat tercipta ekosistem yang berkelanjutan di mana setiap pihak saling mendukung untuk mencapai tujuan bersama, yakni: meningkatkan produktivitas, mengurangi dampak lingkungan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” jelasnya.

Seperti diketahui, industri sawit yang mencakup perkebunan kelapa sawit yang dikelola petani bagian dari sisi hulu dari ekosisitem industri yang menghasilkan minyak sawit menjadi penting sebab semakin kompetitifnya pasar global. Untuk itu, diperlukan optimalisasi program pengembangan perkebunan rakyat melalui pola kemitraan bersama perkebunan besar secara sinergis.

“Upaya ini sekaligus diharapkan untuk mendorong keberadaan UMKM perkebunan agar dapat terus bersaing dengan pelaku usaha lainnya, mengingat UMKM memiliki peran penting dalam memberdayakan ekonomi masyarakat, khususnya mendukung pekebun dalam mengembangkan usaha produk turunan dari komoditasnya,” kata Bupati Sanusi.

“Selanjutnya, kemitraan yang telah terjalin antara perusahaan dan petani sawit juga harus lebih diperkuat guna menjaga keberlangsungan rantai pasok. Salah satunya dapat dilakukan melalui penguatan kelembagaan di tingkat petani dengan menerapkan prinsip keterbukaan dan tata kelola manajemen sehingga tercipta hubungan yang harmonis antar keduanya,” pungkasnya.

Artikel Terkait