• Sabtu, 19 September 2026
Berita Terbaru

Bertemu Dubes Eropa, APKASINDO Minta Diskriminasi Sawit Dihentikan

JAKARTA, SAWIT INDONESIA - Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) dan Dubes Uni Eropa, H.E Vincent Piket mengadakan pertemuan untuk berbagi informasi dan memperkuat kerjasama Indonesia dengan Uni Eropa berkaitan perdagangan kelapa sawit. Pertemuan ini difasilitasi Jend. TNI (Purn) Moeldoko, Kepala Staf Kepresidenan RI, yang berlangsung di Gedung Bina Graha, Jakarta, Senin (8 November 2021).

"Pendekatan Uni Eropa untuk mengatakan bahwa minyak kelapa sawit tidak berkelanjutan adalah tindakan diskriminatif. Padahal, Mitra dagang penting dan negara konsumen minyak sawit seperti UE harus memperlakukan sama minyak sawit dengan semua minyak nabati lain. Termasuk minyak nabati yang diproduksi di Eropa seperti rapeseed dan bunga matahari, " ujar Rino Afrino, Sekjen DPP APKASINDO saat membacakan meeting note yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.

Pertemuan ini dihadiri Dr. Gulat ME Manurung, Ketua Umum DPP APKASINDO, Mayjen TNI (Purn) Erro Kusnara, Tenaga Ahli Utama KSP RI, Panutan Sulendrakusuma, Deputi III Kepala Staf Kepresidenan, dan Tenaga Ahli Utama Kedeputian III Dr. Bustanul Arifin.

Dr. Gulat Manurung, Ketua Umum DPP APKASINDO, menjelaskan pertemuan ini sangat baik untuk saling memahami perspektif kedua belah pihak berkaitan isu terkini kelapa sawit.

"Kami pastikan petani sawit menjaga aspek sustainability di perkebunan sawitnya" tegas Gulat.

Menjawab pernyataan DPP APKASINDO ini, Vincent Piket, menegaskan Bahwa Uni Eropa tidak memberikan perlakuan diskriminasi terhadap kelapa sawit. Pasar Uni Eropa sangat terbuka terhadap kelapa sawit.

"Kami sangat membutuhkan kelapa sawit. Karena komoditas ini digunakan secara massif di Uni Eropa. Namun, Uni Eropa ingin memastikan produk yang digunakannya sustainable," kata Piket.

"Kami pastikan tidak ada diskriminasi terhadap kelapa sawit secara umum. Semua produk (minyak nabati) diperlakukan sama. Baik itu komoditas yang berasal dari negara Uni Eropa dan negara lain (di luar Uni Eropa) ," tegas Piket.

Rino menyatakan asosiasi yakin minyak sawit lebih berkelanjutan. Akan tetapi semua negara penghasil minyak nabati tentu saja mempunyai kepentingan untuk melindungi petaninya, memastikan kehidupan mereka tidak terganggu, tetap sejahtera dan berkelanjutan, sesuai dengan apa yang tercantum pada SDG’s.

APKASINDO adalah organisasi petani kelapa sawit terbesar di Indonesia bahkan mungkin di dunia, berdiri pada tahun 2000 di Palembang, Sumatera selatan. Di usia yang ke 21 tahun ini, kepengurusan APKASINDO telah tersebar di 22 Provinsi dan 144 Kabupaten di seluruh Indonesia dengan jumlah keanggotaan lebih dari 500.000 kepala keluarga.

Artikel Terkait