Asian Agri menerima penghargaan kategori Benih Sawit Andalan Petani dan Industri dalam ajang Sawit Indonesia Award 2024 yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis (12 Desember 2024).
Penghargaan ini diterima oleh Government and Industry Relation Manager Asian Agri Patrick Gunarto Susanto yang diserahkan oleh Qayuum Amri, Ketua Panitia Sawit Indonesia Award 2024.
Patrick Gunarto mengatakan bahwa penghargaan ini semakin menegaskan keunggulan benih sawit Topaz yang dihasilkan Asian Agri telah mendapatkan kepercayaan dari stakeholder sawit. Dengan benih Topaz. Menurutnya, petani sawit dan pelaku usaha perkebunan semakin terbantu dalam peningkatan produktivitas sawit.
“Penghargaan Sawit Indonesia Award 2024 ini semakin menegaskan Topaz sebagai pilihan utama bagi petani yang ingin meningkatkan produktivitas kebun dan keberlanjutan perkebunan kelapa sawit,” ujar Patrick.
Asian Agri terus berinovasi dalam mengembangkan benih kelapa sawit unggul. Dengan memperkaya asal-usul genetik, kami berhasil menciptakan lebih banyak varietas benih Topaz, sehingga menghasilkan kombinasi tepat sebagai solusi yang akan menguntungkan setiap petani kelapa sawit. Saat ini, perusahaan telah menjual lebih dari 200 juta benih Topaz, dan kami siap memenuhi kebutuhan petani mitra maupun perkebunan kelapa sawit besar di Indonesia dan dunia.
Benih Topaz dikembangkan oleh lebih dari 20 peneliti di Oil Palm Research Station (OPRS) Asian Agri. Tim ini melakukan uji coba persilangan berbagai tanaman induk kelapa sawit dari seluruh dunia untuk menciptakan bibit kelapa sawit unggul yang dapat tumbuh dan menghasilkan produktivitas tinggi dalam berbagai kondisi perkebunan.
Melalui proses pengujian yang ketat, tanaman induk dura dan pisifera (DxP) dipilih untuk menghasilkan varietas DxP Topaz, sesuai dengan standar ISO 9001:2015 untuk jaminan kualitas dan ISO 14001 untuk manajemen lingkungan. Sertifikasi ISO tersebut memberikan OPRS Asian Agri keunggulan dalam memastikan efisiensi operasional dan pemantauan kualitas benih Topaz agar selalu memenuhi standar ideal.
Varietas DxP Topaz telah disetujui oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia untuk penanaman komersial berskala besar, sebagai mana dinyatakan dalam dokumen No. 57, 58, 59, dan 60/KPTS/SR.120/1/2004 sejak 16 Januari 2004. Varietas Topaz GT juga telah dirilis untuk penanaman di daerah berisiko tinggi terhadap Ganoderma, dengan izin yang dinyatakan dalam Dokumen Kementerian No. 45/KPTB/B.020/2/2019 pada 1 Februari 2019.
Seleksi penerima penghargaan didasarkan pada proses penilaian secara internal dengan masukan dari Dewan Redaksi Majalah Sawit Indonesia yang meliputi aspek informasi, komunikasi dan komitmennya, dan dilihat dari sisi bisnisnya. Penghargaan ini diberikan sebagai wujud apresiasi atas dedikasi dan kontribusi penerima penghargaan sepanjang tahun ini. "Sebagai salah satu media yang fokus kepada produk dan teknologi industri kelapa sawit, kami menilai Asian Agri telah mendapatkan kepercayaan dari stakeholder sawit untuk menghasilkan benih sawit berkualitas dan teruji baik. Hasil survei dan penilaian terbuka dari tim pakar dan redaksi menempatkan Asian Agri sangat layak untuk mendapatkan penghargaan ini," terang Qayuum Amri Ketua Panitia Pelaksana Sawit Indonesia Award 2024 yang juga Pimpinan Redaksi Majalah Sawit Indonesia.














