• Rabu, 7 Oktober 2026
Berita Terbaru

Aprobi Usulkan Perlindungan Industri Dalam Negeri Pasca Kebijakan Tarif Trump

Jakarta, SAWIT INDONESIA – Kebijakan tarif impor yang diterbitkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan membawa dampak kepada sektor industri tanah air. Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI) meminta pemerintah untuk melindungi industri dalam negeri termasuk biofuel dari dampak kebijakan Trump yang bernama Reciprocal Tariffs.

“Kebijakan tarif Trump terhadap Indonesia tentunya akan memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap beberapa sektor industri Indonesia. Meskipun terkait produk biofuel/bahan bakar nabati tidak akan berdampak secara langsung,” ujar Ernest Gunawan, Sekjen APROBI dalam keterangan tertulis, Sabtu (5 April 2025).

Ernest menjelaskan pelaku industri biofuel tidak akan terdampak secara langsung karena pemanfaatan dan konsumsi bahan bakar nabati di Indonesia sendiri cukup besar sehingga kecil kemungkinan untuk diekspor. Dalam beberapa tahun terakhir ini, tidak ada produk biofuel dari Indonesia yang diekspor ke Amerika Serikat.

Kendati demikian, Ernest, mengakui kebijakan tarif Trump yang diberlakukan kepada banyak negara di dunia, maka akan ada kemungkinan dampak lain perlu diperhatikan khususnya ancaman gempuran produk impor dari negara yang terkena imbas kebijakan Trump tersebut.

“Untuk itu Aprobi meminta pemerintah tetap memberikan jaminan perlindungan bagi industri dalam negeri. Kebijakan TKDN (red- Tingkat Komponen Dalam Negeri) merupakan instrumen penting bagi kemajuan industri dalam negeri seperti pemanfaatan sumber daya alam, peningkatan lapangan pekerjaan, serta yang terutama bagi negara adalah pengurangan ketergantungan impor,” jelasnya.

Ernest menjelaskan bahwa industri biofuel merupakan industri strategis yang sangat penting bagi Indonesia dalam mencapai ketahanan energi sebagaimana Asta Cita Presiden Prabowo. Untuk itu, sangat penting bagi Pemerintah untuk benar-benar memperhatikan sektor industri biofuel dan bahkan memberikan perlindungan khusus bagi industri biofuel.

“Saat ini, kontribusi dan manfaat yang dihasilkan oleh industri biofuel ini sangat besar khususnya mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak yang sangat besar saat ini,” urainya.

Merujuk data Kementerian ESDM, menetapkan total alokasi biodiesel sebesar 15,6 juta kl yang terdiri dari 7,55 juta kL untuk PSO dan 8,07 juta kl untuk non-PSO pada 2025. Manfaat dari program B40 adalah penghematan devisa sebesar USD9,33 miliar atau Rp147,5 triliun, peningkatan nilai tambah CPO menjadi biodiesel sebesar Rp20,90 triliun, penyerapan tenaga kerja lebih dari 14 ribu orang (off-farm) dan 1,95 juta orang (on-farm), dan pengurangan emisi sebesar 41,46 juta ton CO2e.

Program B40 juga berdampak positif kepada petani sawit. Berdasarkan data dari Sistem Informasi Pasar Produk Perkebunan Unggulan (Sipasbun), harga Tandan Buah Segar (TBS) terus meningkat. Pada Januari 2025, harga TBS mencapai Rp2.606/kg, naik 36% dibandingkan Januari 2024 sebesar Rp1.911/kg. Sementara itu, harga TBS Februari 2025 tercatat Rp2.880/kg, meningkat 62% dari harga Februari 2024. pada level Rp1.775/kg.

Artikel Terkait