• Sabtu, 19 September 2026
Berita Terbaru

APKASINDO Minta Utamakan Dialog Pasca Bentrokan KSO Agrinas dengan Koperasi Petani Sawit di Rohul

Pekanbaru, SAWIT INDONESIA - Bentrokan antara perusahaan KSO Agrinas Palma Nusantara (APN) dengan masyarakat di Rokan Hulu Riau, disesalkan banyak pihak termasuk APKASINDO (Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia). Pasalnya kejadian ini mengakibatkan satu korban meninggal dan puluhan dari para pihak terluka.

"APKASINDO sangat menyangkan kejadian tersebut, apalagi sampai mengakibatkan meninggalnya satu orang dari Pihak PAM dan kedua belah pihak juga banyak terluka," ujarnya.Ketua Umum DPP APKASINDO, Dr. Gulat Medali Emas Manurung, M.P., C.APO., C.IMA, berharap bentrokan jangan terulang lagi karena itulah para pihak harus mengedepankan dialog yang difasilitasi Agrinas Khususnya.

"Saya sudah komunikasi dengan Bapak Menko Polkam, Jend TNI (Purn) Djamari Chaniago, perihal kejadian ini dan Bapak Menko Polkam sudah mendengar semuanya. Bapak Menko sangat terbuka kepada kami petani sawit dan hal ini tentu menambah keyakinan kami akan kebaikan kedepannya," ujar Dr Gulat.

Untuk itu hari ini (10/2), dijelaskan Gulat bahwa dirinya sudah menemui Pihak Agrinas Wilayah Riau di mana dari diskusi tersebut diketahui bahwa Pihak Agrinas sangat terbuka untuk berdialog untuk mencarikan solusi permasalahan di lapangan dan bahkan saat kejadian kerusuhan terjadi pihak Agrinas sedang mengadakan pertemuan dengan para pihak di kantor Agrinas Perwakilan Riau di Pekanbaru.

Menurut Dr Gulat, konflik dan kejadian ini tentu dapat mencederai niat baik dari Bapak Presiden Prabowo untuk menatakelola perkebunan sawit Indonesia yang filosopinya mengedepankan kesejahteraan petani sawit dan masyarakat sekitar serta meningkatkan pemasukan negara.

"Sekali lagi saya berharap semua pihak supaya menahan diri khususnya petani sawit dimanapun berada jangan mau terpancing," ujarnya.

"Jika ingin mengadakan semacam demontrasi, karena itu hak setiap orang dalam negara demokrasi Indonesia dan ada aturannya, ya silahkan, tapi jangan sampai anarkis. Dengan anarkis akan menenggelamkan tujuan awalnya," lanjut Dr. Gulat.

APKASINDO dikatakan Doktor Lingkungan ini, telah berupaya sekuat tenaga dan kemampuan sebagai organisasi petani sawit menyampaikan pendapat kepada Kementerian Lembaga terkait seperti Kemenko Polkam dan Kemenhan melalui Menteri PPN/BAPPENAS.

"Mudah-mudahanan dengan niat baik dari semua pihak dari pertemuan tersebut akan segera terbit Inpres atau regulasi sejenis yang terkait ke kebun petani sawit sehingga dapat menyejukkan ditengah kesesakan pada satu tahun terakhir," tambahnya.

"Bapak Presiden sangat mengenal dekat petani, termasuk petani sawit karena sangat lama menjabat sebagai Ketua Umum HKTI dan Bapak Presiden sangat mencintai rakyat Indonesia, itu tidak perlu diragukan,"urai Dr Gulat.

Perlu kita sadari, bahwa minyak sawit merupakan kebutuhan global dunia dan berkaitan dengan geopolitik, jadi semua kejadian terkait hulu hilir sawit dicatat oleh dunia, tentu akan merugikan kita semua.

"Itulah yang diinginkan oleh negara sesama produsen minyak sawit, apalagi produsen minyak nabati selain sawit, mereka semua tepuk tangan atas kejadian-kejadian ini, itu pasti. Itu semua dilaporkan oleh pengurus DPP APKASINDO bidang hubungan internasional sepulang mengadakan diplomasi sawit ke Belanda, Pakistan, dan terakhir ke Tiongkok," ujarnya.

"Ini sangat penting dan urgen, karena hasil survey APKASINDO di Kalimantan Tengah, Riau dan Sumatera Utara, bahwa keributan dan kisruh di lapangan berasal dari kebun sawit rakyat, jika korporasi yang di plang Satgas PKH dan kemudian Agrinas meng KSO kan ke Pihak ke tiga, suasananya sangat adem dan lancar berbanding terbalik dengan kebun sawit rakyat."

Gulat menjelaskan bahwa asosiasi bersyukur dengan adanya Penatakelolaan ini melalui Perpres 5/2025 dan maksud Bapak Presiden sangat baik untuk kedepannya, hanya bagi kebun sawit rakyat dalam kawasan hutan dan sudah dikelola oleh masyarakat untuk kehidupan ekonomi rumah tangganya supaya diberikan jalur afirmasi (jalur khusus dengan tujuan tertentu) dan ditolong menyelesaikan masalahnya.

"Jika permasalahan kebun sawit rakyat ini cepat diselesaikan, sebagaimana yang kami dengar saat melakukan dialog ke K/L terkait dimana akan segera terbit semacam regulasi terkait kebun sawit rakyat, Saya yakin tingkat popularitas dan kinerja Bapak Presiden Prabowo akan semakin naik dari hasil survey Indikator Politik Indonesia, 79,9%," jelas Gulat.

"Bayangkan 17 juta petani sawit dan pekerja sawit dari 25 Propinsi APKASINDO, tentu akan menjadi semakin berkobar semangat kami mendukung dan mensukseskan program dan sasaran target kinerja Bapak Presiden Prabowo," ujar Dr Gulat.

Apalagi saat Pilpres yang lalu, mayoritas Petani Sawit di 25 Provinsi Sawit, Pilihannya adalan Prabowo Subianto, lanjut Dr Gulat kepada media, sesaat setelah meninggalkan kantor Agrinas di komplek Sudirman Square, Pekanbaru.

Artikel Terkait