• Selasa, 6 Oktober 2026
Berita Terbaru

APKASINDO Gelar Workshop Integrasi PSR dan Padi Gogo di Sultra, Ini Sejumlah Solusinya

Kendari, SAWIT INDONESIA – Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Sulawesi Tenggara membahas sejumlah tantangan dan solusi dalam upaya membangun integrasi Peremajaan Sawit Rakyat dan Padi Gogo di Indonesia. Pembahasan ini dilakukan dalam Workshop Integrasi Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dan Tanaman Pangan untuk Mewujudkan Swasembada Pangan Indonesia di Sulawesi Tenggara” yang berlangsung pada 14–16 Agustus 2025 di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Kegiatan yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tenggara, Dr. L.M. Rusdin Jaya, S.IP., M.Si, diwakili Sekdis Perkebunan dan Hortikultura, Iklas Landu, STP, MP.

“Pengembangan sawit di Sulawesi Tenggara memiliki peluang yang besar, namun juga menghadapi berbagai tantangan seperti sengketa lahan, penggunaan benih ilegal, serta keterbatasan pembiayaan. Melalui integrasi program PSR dengan tanaman pangan seperti padi gogo, kami harapkan petani tidak hanya memperoleh hasil jangka panjang dari sawit, tetapi juga manfaat ekonomi jangka pendek melalui tanaman sela,” Iklas Landu dalam pidato pembukaan.

Lebih lanjut, Ia mengungkapkan bahwa hingga akhir 2024, luas lahan sawit rakyat di Sulawesi Tenggara telah mencapai lebih dari 21.396 hektare dengan melibatkan lebih dari 11.000 petani, sebuah pencapaian signifikan yang mencerminkan antusiasme masyarakat terhadap sektor ini. Namun, keberhasilan ini harus dibarengi dengan sistem budidaya yang baik dan dukungan kelembagaan yang kuat.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan DPP APKASINDO, Suhendrik dan Kawali Tarigan, perwakilan BPDP secara daring, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sultra, Para Dekan Fakultas Pertanian dari Universitas Halu Oleo, Universitas Muhammadiyah, dan perguruan tinggi lainnya di Sultra, Ketua APKASINDO Sultra, Agus Imam Saputro, Serta perwakilan koperasi dan petani kelapa sawit se-Sulawesi Tenggara.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas juga memberikan apresiasi tinggi terhadap peran APKASINDO dan BPDP dalam mendampingi petani sawit, mendorong penggunaan benih bersertifikat, serta meningkatkan kapasitas SDM perkebunan. Ia menyebut kolaborasi ini sebagai bukti nyata bahwa transformasi sektor perkebunan hanya bisa dicapai dengan sinergi multipihak.

“Saya berharap kegiatan ini dapat melahirkan ide-ide segar, semangat baru, dan langkah konkret dalam memperkuat ekosistem sawit rakyat di Sultra. Bukan hanya sebagai penghasil sawit, tetapi sebagai simbol keberhasilan kolaborasi dalam mengelola kekayaan alam secara berkelanjutan,” tutupnya.

Kegiatan workshop ini juga diisi dengan sesi diskusi teknis, pemaparan program integrasi PSR dan tanaman pangan, serta berbagi pengalaman antarpetani dan pelaku usaha perkebunan dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi usahatani.

Selain itu, Dinas Perkebunan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tenggara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan APKASINDO dan Koperasi Produsen Gelora Sawit Indonesia untuk mendukung Program Integrasi Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dengan budidaya tanaman pangan, khususnya padi gogo.

Penandatanganan MoU ini berlangsung pada Jumat (15/08/2025) di Kendari, dalam rangkaian Workshop Integritas Peremajaan Sawit Rakyat dan Tanaman Pangan yang digelar oleh Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).

Kerja sama strategis ini menjadi bagian dari langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendongkrak produktivitas lahan petani sawit yang sedang dalam masa peremajaan.

Artikel Terkait