• Selasa, 13 Oktober 2026
Berita Terbaru

Angkut 2,03 Juta Ton BBM hingga September 2026, KAI Sukses Terapkan Mandatori B50 di Lokomotif

JAKARTA, SAWIT INDONESIA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatatkan kinerja positif pada lini pengangkutan Bahan Bakar Minyak (BBM) sepanjang Januari hingga September 2026. Perseroan berhasil mendistribusikan total 2.036.049 ton BBM, tumbuh 3,92 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 1.959.161 ton.

Kenaikan volume angkutan sebesar 76.888 ton tersebut setara dengan rata-rata pengangkutan harian mencapai 7.458 ton per hari selama 273 hari masa operasional.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa komoditas BBM berkontribusi signifikan dengan menyumbang 22,3 persen dari total seluruh angkutan nonbatu bara perseroan.

“Setiap hari terdapat ribuan ton BBM yang bergerak melalui kereta api. Volume itu menggambarkan bagaimana perjalanan kereta barang menjadi bagian penting dari proses distribusi energi dari titik pasok menuju berbagai wilayah konsumsi,” ujar Anne di Jakarta, Senin (12/10/2026).

Poin-poin utama sinergi logistik Pertamina, adopsi mandatori B50 pada armada kereta, serta efisiensi beban jalan raya meliputi:

  • Kemitraan Strategis Bersama Pertamina: Pengangkutan BBM dilakukan menggunakan rangkaian gerbong ketel (tank wagon) untuk mendistribusikan produk Pertalite, Pertamax, hingga Bio Solar ke berbagai simpul wilayah konsumsi di Pulau Jawa dan Sumatra.

  • Penerapan Mandatori B50 di Armada KAI: Di sisi operasional internal, KAI secara aktif mendukung transisi energi nasional dengan menerapkan penggunaan Biodiesel B50 pada seluruh sarana lokomotif diesel dan kereta pembangkit sejak 1 Juli 2026. Penyesuaian ini telah melalui serangkaian uji teknis keselamatan serta masa transisi tiga bulan.

  • Realisasi Melampaui Target Perusahaan: Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, mengungkapkan bahwa capaian 2,036 juta ton tersebut berhasil melampaui target kumulatif perusahaan hingga September yang ditetapkan sebesar 2.035.840 ton.

  • Pengurangan Beban Jalan Raya: Secara akumulatif, total angkutan nonbatu bara KAI hingga September 2026 menembus 9.148.571 ton (naik dari 8,91 juta ton pada 2025). Distribusi berbasis rel ini terbukti efektif mengurangi beban kemacetan serta kerusakan infrastruktur jalan raya akibat kendaraan angkutan berat.

"Transisi energi tidak berarti kebutuhan distribusi berhenti. Yang berubah adalah jenis energi dan komposisinya. Kereta api memiliki kapasitas untuk mengawal perubahan tersebut melalui layanan logistik terintegrasi yang aman, efisien, dan terjadwal," pungkas Wisnu Pramudya.

Sumber: rri.co.id

Artikel Terkait