Jakarta, SAWIT INDONESIA – Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika menegaskan pentingnya pembentukan Badan Sawit Nasional sebagai upaya memperkuat kelembagaan dan tata kelola industri sawit Indonesia.
Hal ini disampaikannya dalam Peluncuran Buku Konservasi Alam di Indonesia dan Pengenalan Serial Buku Panca Palma karya Petrus Gunarso, Kamis (22/5/2025). Menurutnya sawit merupakan sektor strategis yang menyangkut hajat hidup banyak orang, namun belum mendapatkan perhatian serius dari semua lembaga negara. “Kami fokus pada penguatan kelembagaan sawit. Pesan utama kami ke pemerintah adalah wajib hukumnya membentuk Badan Sawit Nasional,” ujarnya.
Meski begitu, Hendra mengakui adanya harapan di balik pendekatan ini. “Kalau sipil saja ngurusin sawit, mungkin masih banyak masalah. Tapi kehadiran unsur TNI bisa saja niatnya serius, ingin memperbaiki tata kelola sawit,” ujarnya diplomatis.
Ombudsman, kata Hendra, telah memantau berbagai lembaga yang terlibat dalam sektor sawit. Menurutnya, perlu segera ada harmonisasi antarinstansi seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Kementerian ATR/BPN untuk menyelesaikan konflik perizinan dan tata ruang yang membelit industri ini.
“Kalau petani punya izin, tapi lahannya masuk kawasan hutan, ya harus diputihkan. Tapi kalau korporasi tidak ada izin sama sekali, ya tindak saja sesuai UUCK. Harus ada kejelasan dan keadilan,” tegasnya.
Sebagai solusi jangka panjang, Hendra kembali menekankan urgensi pembentukan Badan Sawit Nasional agar semua pemangku kepentingan bisa duduk satu meja dan mengambil kebijakan yang terkoordinasi.
“Badan inilah yang bisa menjadi forum permanen untuk menyelesaikan persoalan dari hulu hingga hilir,” jelasnya.
Selanjutnya, Yeka Hendra mengapresiasi kehadiran buku karya Petrus Gunarso yang dinilainya dapat menyempurnakan berbagai informasi dan temuan yang telah dikumpulkan Ombudsman selama proses kajian sawit berlangsung. Hendra menyebut pihaknya juga telah menyelesaian kajian tata kelola sawit oleh Ombudsman sejak November tahun lalu dan berharap kajian tersebut berguna untuk semua.






