Yogyakarta, SAWIT INDONESIA - Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY STIPER) kembali mendapatkan pengakuan atas dedikasinya sebagai penyelenggara pendidikan vokasi di sektor industri sawit. Kali ini, AKPY STIPER meraih Medbun Award 2025 dengan Kategori Lembaga Pendidikan Vokasi Perkebunan yang Berkompeten yang diberikan oleh salah satu media, pada Minggu (13 Juli 2025), di Bandung.
AKPY STIPER menjadi salah satu institusi yang menerima Medbun Award 2025, penghargaan yang diberikan kepada para inovator dan institusi yang telah berkontribusi nyata dalam pengembangan sektor perkebunan nasional, khususnya industri kelapa sawit.
Direktur AKPY STIPER, Dr. Sri Gunawan, S.P., M.P., mengatakan bahwa penghargaan yang diterima (Medbun Award 2025) adalah bentuk pengakuan dari pihak lain atas penilai kinerja AKPY STIPER selama ini. Yakni kontribusinya dalam mendidik atau mencetak SDM berkompetensi di sektor industri sawit.
"Selama ini kami terus berupaya meningkatkan kompetensi untuk mahasiswa dan dosen. Ada beberapa kompetensi yang menjadi fokus kami dalam menyelenggarakan pendidikan vokasi untuk mendukung sektor industri sawit," ujarnya saat ditemui di Yogyakarta, pada Sabtu (13 Juli 2025).
Diungkapkan Dr. Sri Gunawan, dari sisi pendidikan, pihaknya berusaha untuk bertransformasi yaitu menggunakan teknologi yang mudah dipahami dan digunakan dalam pembelajaran. Pola pembelajaran lebih banyak dengan cara diskusi, supaya tidak satu arah melainkan ada proses pembelajaran yang lebih baik untuk menerapkan ilmu saat magang atau masuk ke dunia kerja.
"Kemudian dari sisi teknologi, kami terus mengikuti perkembangan teknologi yang digunakan di sektor industri sawit. Jadi, kami selain mencari informasi dari perusahaan juga mencari pengetahuan terbaru dari hasil-hasil riset dari Badan Pengelola Dana Perkebunan maupun dari Kementerian Diktisaintek. Jadi, pengetahuan teknologi dari hasil riset terbaru disampaikan ke mahasiswa sebagai bahan pembelajaran di kelas, praktik dan magang. Harapannya bisa diaplikasikan di dunia kerja. Sejak awal AKPY STIPER memang dirancang agar link and match dengan dunia usaha dunia industri. Dengan demikian, mahasiswa bisa lebih update dengan teknologi terapan atau knowledge yang berkaitan dengan perkebunan sawit," ujarnya.
"Bahkan, kami juga beberapa kali mendapatkan kesempatan untuk mengikuti program riset yang diikuti mahasiswa dan dosen. Ini yang menjadi kekuatan kami dalam menyelenggarakan pendidikan vokasi yaitu berbasis teknologi dari hasil riset," imbuh Direktur AKPY STIPER.
Kompetensi-kompetensi inilah yang dimiliki AKPY STIPER bahkan mendapatkan pengakuan dari pihak lain. Dari perusahaan tidak sedikit yang menyerap atau menerima alumni AKPY STIPER. Sedangkan dari sisi riset, beberapa riset dilakukan baik oleh dosen dan mahasiswa.
Pada kesempatan sebelumnya, Dewan Pembina Media Perkebunan, Ir. Mukti Sarjono, M.Sc., menyampaikan apresiasinya kepada para inovator dan institusi yang menerima penghargaan.
"Medbun Award yang kedua ini merupakan apresiasi dari Media Perkebunan untuk memberikan penghargaan kepada para pelaku perkebunan berprestasi agar industri sawit terus maju," kata Mukti.














