JAKARTA, SAWIT INDONESI - Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY-Stiper) mengadakan acara Syawalan 1443 H atau silaturahim yang dihadiri pihak Yayasan, Staf Pengajar dan Tenaga Pendidik serta tamu undangan lainnya. Serta menghadirkan penceramah ternama dari Yogyakarta.
Acara tersebut menjadi momentum untuk menyampaikan progres kinerja kepada Yayasan Kader Perkebunan Yogyakarta (YKPY) dan tamu udangan yang hadir yang disampaikan langsung oleh Dr. Ir. Sri Gunawan, M.P, IPU selaku Direktur AKPY-Stiper, pada Sabtu (14 Mei 2022).
“Pada acara syawalan tahun ini tidak hanya untuk silaturahim yang sudah menjadi agenda tahunan saat hari raya Idul Fitri, tetapi menjadi momen untuk menyampaikan kinerja berkaitan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ujarnya, Sri Gunawan saat ditemui usai acara Syawalan, di kampusnya.
Diketahui, Tridharma Perguruan Tinggi adalah kewajiban Perguruan Tinggi untuk Menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Pasal 1 Ayat 9 UU No.12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi).
Dikatakan Sri Gunawan progres kinerja yang disampaikan yang berkaitan dengan Tridharma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Untuk pendidikan dan pengajaran di antaranya model pembelajaran yang diaplikasikan di AKPY-Stiper dari sebelum pandemi hingga adanya pandemi. Dengan sistem kurikulum blok tujuannya mahasiswa memiliki kompetensi yang siap kerja.
“Sedangkan yang kaitannya dengan penelitian, meskipun program Diploma I (D1) kalau mahasiswa harus melakukan penelitian waktunya tidak memungkinkan (tidak cukup) karena program D1 hanya 1 tahun. Maka di AKPY-Stiper melakukan terobosan. Dari LPPM AKPY-Stiper mengadakan lomba inovasi khusus untuk mahasiswa. Mahasiswa setelah mendapatkan teori dan mendapatkan knowledge sesuai dengan disiplin ilmu yang dipelajari dan mencari informasi di internet dan pengalaman melihat dan membantu orangtuanya di kebun sawit,” jelas pria yang pernah menjabat Wakil Rektor I INSTIPER Yogyakarta.
“Mahasiswa berinovasi membuat sistem penyiraman bibit sawit otomatis menggunakan sensor memanfaatkan Internet of Think, bahkan lolos seleksi lomba riset sawit mahasiswa yang diadakan BPDPKS. Ada juga mahasiswa yang berinovasi memanfaatkan empulur batang kelapa sawit untuk bahan baku kantong plastik. empulur itu pati yang dihasilkan dari dalam kayu/batang tanaman kelapa sawit kemudian dimanfaatkan untuk bahan kantong plastik,” tambah Sri Gunawan.
Inovasi lainnya yaitu membuat trichoderma yaitu triagen hayati untuk mengendalikan jamur Ganoderma. Dan, ada yang berinovasi membuat kompos dari pelepah dan daun sawit. Dan ada juga yang membuat robotic/alat untuk mengukur diameter batang tanaman kelapa sawit.
“Itu semua untuk mendorong mahasiswa agar berinovasi meskipun program D1. Pengetahuan IT yang dimanfaatkan perusahaan perkebunan, juga diberikan supaya mahasiswa tidak gagap dengan teknologi yang digunakan perusahaan saat masuk dunia kerja. Misalnya pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk mengetahui letak lahan, di kawasan atau bukan. Itu adalah contoh-contoh inovasi dari mahasiswa program D1,” kata Sri Gunawan.
Tidak hanya itu, tim dosen juga melakukan riset untuk membuat Pabrik Kelapa Sawit mini. Dan membuat pupuk hayati cair dari Palm Oil Mill Effluent (POME).
Sementara untuk pengabdian, AKPY-Stiper kerap melakukan pengabdian ke masyarakat kerjasama dengan CSR perusahaan. Waktu dekat dosen-dosen akan dikirim ke beberapa wilayah Kalimantan dan Sumatera untuk melakukan pengabdian masyarakat di antaranya melatih pembuatan kompos, mengelola kebun sawit yang baik, pemupukan yang baik dan cara mengelola kelembagaan. Sekaligus pelatihan petani dan sosialisasi Beasiswa Sawit Badan Pengeloa Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).
“Konsep pengabdian masyarakat ini sudah dilakukan di Jambi. Jadi tidak hanya dharma pada pendidikannya saja, penelitian dan pengabdian juga dilakukan sehingga seimbang. Dan, mahasiswa D1 tahun akademik 2021/2022 kurang lebih 80% sudah terseleksi perusahaan.,” pungkas Sri Gunawan menutup perbincangan.






