JAKARTA, SAWIT INDONESIA - Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY-Stiper) menggelar acara Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru dan Pembukaan Kuliah Perdana pembukaan kuliah perdana secara hibryd, pada Kamis (14 Oktober 2021).
Kegiatan menandai dimulainya perkuliahan bagi mahasiswa tahun akademik 2021 - 2022 diikuti seluruh mahasiswa baru yang berasal dari 24 provinsi, dan dihadiri secara virtual oleh Edi Wibowo Direktur Penyaluran Dana BPDPKS, Bhimo Widyo Andoko Ketua LLPT Wilayah V Yogyakarta, Hardiyanto Sekretaris YPKPY, dan Mashuri Bupati Muaro Bungo.
Direktur AKPY-Stiper, Dr. Sri Gunawan menyampaikan terima kasih kepada BPDPKS dan Dirjebun Kementerian Pertanian dan mitra strategis (Asosiasi) yang telah memberikan kepercayaan dalam penyelenggaraan pendidikan Diploma I hingga batch 6 dan kepada mitra strategis seperti Asosiasi, Perusahaan dan Pemda atas kerjasamanya dari sosialisasi hingga penyaluran lulusan.
“Di tahun ini total mahasiswa baru sebanyak 281, terdiri dari 250 mahasiswa penerima Beasiswa BPDPKS dan Dirjenbun Kementerian Pertanian, 30 mahasiswa penerima Beasiswa KIP Kuliah dan 1 mahasiswa reguler. Dari jumlah 281 mahasiswa dibagi menjadi 2 prodi, prodi pembibitan kelapa sawit 125 mahasiswa dan prodi pemeliharaan kelapa sawit 156 mahasiswa. Mahasiswa dari 24 provinsi,” ujarnya, saat memberikan sambutan.
Selanjutnya, Sri Gunawan mengatakan mengapa AKPY-Stiper menjadi pilihan? “Karena kebutuhan tenaga pendamping program peremajaan sawit rakyat pada 3 tahun ke depan. Kalau dilihat setiap tahunnya akan dibutuhkan 1.080 tenaga pendamping dengan rasio 1 : 250 ha. Sementara kebijakan dari program PSR rasionya 1 : 100 ha. Artinya, kebutuhan untuk tenaga pendamping masih sangat besar.
“Selanjutnya, kenapa Diploma I karena cepat lulus, kompetensinya khusus Kelapa Sawit, di lapangan menjadi supervisor/foreman dan lulusan AKPY-Stiper siap kerja dan ditempatkan dimana saja,” lanjutnya.
Sementara itu, Edi Wibowo, Direktur Penyaluran Dana BPDPKS. Program pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit merupakan kolaborasi Ditjenbun, BPDPKS melalui beasiswa yang salah satunya diselenggarakan oleh AKPY-Stiper. “Program pengembangan SDM perkebunan kelapa sawit menjadi program penting untuk meningkatkan produktivitas sawit, dan pengembangan SDM Perkebunan sawit menjadi tonggak industri sawit yang sustainable,” ujarnya.
Berdasarkan roadmap pengembangan industri sawit, perkebunan rakyat masih rendah hanya 2 -2,5 ton per tahun disebabkan tanaman kelapa sawit yang sudah tua yang sudah produktif diremajakan melalui program PSR. Untuk mewujudkan meningkatnya produktivitas salah satunya dengan pengembangan SDM Perkebunan sawit dengan pengetahuan dan keterampilan yang profesional dan berdaya saing kemampuan teknis dan menajerial.
Pada saat yang sama, Bupati Muaro Bungo, Provinsi Jambi, Mashuri mengatakan pihaknya mewakili orang tua wali mahasiswa baru AKPY-Stiper menyampaikan terima kasih kepada BPDPKS dan AKPY-Stiper yang telah memberikan kesempatan pada putra putri dari Muaro Bungo untuk menimba ilmu.
“Hal ini sejalan dengan pembangunan daerah dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia, apalagi kami membutuhkan tenaga terampil untuk mengelola secara optimal potensi daerah Kabupaten Muaro Bungo. Peluang ini sangat menjanjikan harapannya dapat menyejahterakan masyarakat,” ucapnya.
Di kesempatan yang sama, Mahasiswa Baru AKPY-Stiper mendapatkan Kuliah Umum disampaikan oleh Ardi Praptono Direktur Perlindungan Tanaman Kementerian Pertanian sekaligus PIC SDM Perkebunan Kelapa Sawit, dengan tema “Penyiapan SDM Milenial dalam Mendukung Akselerasi Program Peremajaan Sawit Rakyat”.














