UNGARAN, SAWIT INDONESIA — Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY-STIPER) mempersiapkan mahasiswa baru jenjang Diploma 1 (D1) dan Diploma 2 (D2) untuk menghadapi kebutuhan industri kelapa sawit melalui kegiatan Bina Mental, Fisik, dan Disiplin Perkebunan (Bintalfisdisbun) tahun akademik 2026/2027.
Kegiatan ini bertujuan membentuk mahasiswa yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga disiplin, mampu berkomunikasi secara profesional, memahami prinsip keberlanjutan, dan memiliki orientasi karier. Untuk itu, kampus menghadirkan praktisi industri, profesional, serta alumni yang telah menempati posisi strategis di perusahaan sawit.
Ketua Pelaksana Bintalfisdisbun AKPY-STIPER 2026, Julsento HP, S.P., M.Sc., menjelaskan bahwa pembekalan tersebut merupakan bagian dari upaya kampus membangun kesiapan mental, karakter, dan kompetensi mahasiswa sejak awal pendidikan.
Materi yang diberikan mencakup tiga aspek penting, yakni peran sumber daya manusia (SDM) dalam mendukung industri sawit berkelanjutan, keterampilan komunikasi untuk membangun personal branding, serta pengalaman alumni dalam mengembangkan karier di industri.
SDM dan keberlanjutan menjadi perhatian industri
Mickel Ardiyanto dari Karyamas Plantations menyampaikan materi mengenai peran SDM dalam mendukung industri perkebunan berkelanjutan. Dalam industri sawit, tenaga kerja dituntut tidak hanya menguasai pekerjaan teknis, tetapi juga memahami produktivitas, efisiensi operasional, keselamatan kerja, dan praktik perkebunan yang bertanggung jawab.
Pembekalan ini memperkenalkan mahasiswa pada kebutuhan industri yang semakin kompleks. Kompetensi SDM menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kinerja perusahaan sekaligus penerapan prinsip keberlanjutan.
Bagi mahasiswa baru, pemahaman tersebut menjadi bekal awal untuk mengenali tanggung jawab profesional di sektor perkebunan. Pendidikan vokasi diharapkan dapat membangun kemampuan yang relevan dengan kebutuhan lapangan sekaligus membentuk sikap kerja yang disiplin dan bertanggung jawab.
Public speaking untuk membangun personal branding
Aspek lain yang diperkuat adalah keterampilan komunikasi. Penasehat ALPENBUN, Prayuda Moelja, membawakan materi bertema Membangun Personal Branding melalui Public Speaking.
Kemampuan berbicara di depan umum, menyampaikan gagasan secara terstruktur, dan membangun kepercayaan diri menjadi keterampilan pendukung dalam dunia kerja. Di lingkungan perkebunan, komunikasi dibutuhkan dalam koordinasi tim, penyampaian laporan, pemberian arahan, hingga penyelesaian persoalan operasional.
Sementara itu, personal branding berkaitan dengan cara seseorang membangun reputasi melalui kompetensi, sikap, dan perilaku profesional. Karena itu, mahasiswa perlu mengembangkan kemampuan komunikasi dan mengenali potensi diri sejak masa pendidikan.
Keterampilan tersebut melengkapi kemampuan teknis yang dipelajari di kampus. Dengan demikian, mahasiswa memiliki bekal lebih luas untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja dan menjalankan tanggung jawab profesional.
Alumni tunjukkan jalur karier di industri sawit
Untuk memberikan gambaran nyata tentang peluang karier, AKPY-STIPER menghadirkan dua alumninya yang kini bekerja di perusahaan sawit, yakni Muhamad Nasuha, Mill Head (Manajer Pabrik Kelapa Sawit) di PT Dharma Satya Nusantara, dan Seria Pakpahan, PiC Safety, Health and Environment di PT Astra Agro Lestari.
Muhamad Nasuha berkarier di bidang operasional pabrik kelapa sawit, sedangkan Seria Pakpahan menekuni bidang keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan. Keduanya menunjukkan beragam bidang profesional yang dapat ditekuni dalam industri sawit.
Bidang operasional pabrik membutuhkan kemampuan mengelola proses produksi, sementara bidang keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan menuntut pemahaman terhadap risiko kerja serta penerapan prosedur keselamatan dan pengelolaan lingkungan.
Pengalaman kedua alumni tersebut menjadi gambaran bagi mahasiswa baru mengenai pentingnya membangun kompetensi secara bertahap. Penguasaan materi perkuliahan, kedisiplinan, kemampuan berkomunikasi, dan kemauan untuk terus belajar menjadi bagian dari persiapan memasuki dunia kerja.
Melalui Bintalfisdisbun, AKPY-STIPER memperkenalkan mahasiswa pada hubungan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri. Pembekalan dari praktisi, profesional, dan alumni diharapkan membantu mahasiswa memahami tuntutan pekerjaan sekaligus merencanakan pengembangan diri sejak awal perkuliahan.
Upaya ini menegaskan bahwa penyiapan SDM sawit tidak berhenti pada penguasaan keterampilan teknis. Mahasiswa juga perlu memiliki karakter profesional, memahami keberlanjutan, dan mengembangkan kemampuan komunikasi agar siap berkontribusi serta bertumbuh bersama industri kelapa sawit.














