• Minggu, 20 September 2026
Berita Terbaru

AKPY, BPDP dan Ditjenbun Cetak Agen Perubahan untuk Dongkrak Produktivitas Sawit Rakyat Tanah Laut

Banjarbaru, SAWIT INDONESIA – Pelatihan teknis budidaya kelapa sawit bagi 90 pekebun dan penyuluh asal Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, diharapkan menjadi titik awal lahirnya agen-agen perubahan di tingkat petani yang mampu mendorong peningkatan produktivitas kebun rakyat sekaligus memperkuat praktik budidaya sawit berkelanjutan.

Pelatihan yang berlangsung pada 27 Juni – 2 Juli 2026 ini merupakan bagian dari Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun), serta diselenggarakan oleh Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY).

Wakil Direktur AKPY, Dr. Idum Satia Santi, SP, MP, menegaskan pelatihan bukan sekadar kegiatan transfer pengetahuan, melainkan investasi jangka panjang yang akan memberikan dampak nyata bagi produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan usaha tani.

"Ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan akan terus memberikan manfaat bagi kebun maupun keluarga petani di masa mendatang," ujarnya saat membuka pelatihan, Sabtu (27/6).

Menurut Dr. Idum, tantangan perkebunan sawit saat ini menuntut pekebun untuk terus meningkatkan kapasitas. Karena itu, petani didorong terus belajar, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, menerapkan pencatatan usaha tani, serta menjalankan praktik budidaya berkelanjutan agar mampu meningkatkan daya saing dan kesejahteraan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Selatan, drh. Suparmi, M.S menekankan bahwa keberhasilan pelatihan tidak diukur dari banyaknya materi yang diterima peserta, melainkan dari sejauh mana ilmu tersebut diterapkan di lapangan.

"Muara akhirnya adalah meningkatnya produktivitas, pendapatan, dan kesejahteraan pekebun," katanya.

Ia menilai Kalimantan Selatan masih memiliki peluang besar untuk meningkatkan produksi sawit melalui penerapan teknik budidaya yang benar serta penggunaan benih unggul. Karena itu, peserta diharapkan menjadi teladan sekaligus menyebarluaskan ilmu yang diperoleh kepada pekebun lain sehingga manfaat pelatihan semakin luas.

Hal serupa disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Tanah Laut, Ir. M. Faried Widyatmoko. Menurutnya, pelatihan merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan keberhasilan pengelolaan kebun rakyat di masa depan.

Ia mengingatkan peserta agar menerapkan teknik budidaya sesuai standar, mulai dari penggunaan benih bersertifikat, pemupukan yang tepat, pengendalian hama dan penyakit, hingga pelaksanaan panen yang benar. Menjelang program peremajaan sawit di Tanah Laut, Faried juga mengimbau petani tidak tergiur membeli bibit dari sumber yang tidak jelas.

"Ilmu yang diperoleh jangan disimpan sendiri, tetapi dibagikan kepada petani lainnya agar manfaat pelatihan semakin besar," ujarnya.

Melalui pelatihan ini, pemerintah (BPDP dan Ditjenbun) bersama AKPY berharap para peserta tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas kebun masing-masing, tetapi juga menjadi motor penggerak perubahan di daerahnya. Dengan menyebarluaskan praktik budidaya yang baik kepada pekebun lain, peningkatan produktivitas dan keberlanjutan perkebunan sawit rakyat di Tanah Laut diharapkan dapat terwujud secara lebih luas.

Artikel Terkait