Penajam Paser Utara, SAWIT INDONESIA – Sebanyak 150 pekebun sawit Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, mengikuti field trip ke PT Sukses Tani Nusasubur (STN), anak usaha PT Astra Agro Lestari, Kamis (6/8/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit yang diselenggarakan Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian.
Direktur AKPY, Dr. Sri Gunawan, S.P, M.P, IPU, mengatakan peningkatan produktivitas menjadi tujuan utama Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit.
"Tujuan utamanya supaya produktivitas petani kelapa sawit di Indonesia meningkat. Selama ini produktivitasnya masih di bawah standar, apalagi jika dibandingkan dengan perusahaan. Melalui pelatihan ini kami berharap produktivitas petani meningkat sehingga kesejahteraan mereka juga ikut naik," ujarnya, pada Kamis (6 Agustus 2026).
Menurutnya, pembelajaran tidak cukup hanya dilakukan di kelas. Karena itu, setelah mengikuti pelatihan selama lima hari di Balikpapan, peserta diajak melihat langsung penerapan teknik budidaya di perkebunan perusahaan.
Peserta sebelumnya mendapat materi mulai dari pembibitan, penanaman, pemeliharaan tanaman belum menghasilkan (TBM), hingga pengelolaan budidaya sawit. Di STN, peserta melihat penerapan materi tersebut secara langsung, termasuk praktik pembibitan, panen, dan perawatan tanaman.
Dr. Sri Gunawan mengatakan PT STN dipilih karena memiliki sistem pengelolaan perkebunan dengan standar tinggi.
"Di Astra ini peserta bisa melihat langsung bagaimana budidaya kelapa sawit yang baik dan benar. Tata kelolanya sudah sangat baik, standar operasionalnya jelas, dan pengelolaannya telah berada pada level internasional. Ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi para pekebun," katanya.
Belajar dari Praktik Lapangan
Pjs Administratur PT STN, Maman Zuriwiatma, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan AKPY menjadikan STN sebagai lokasi field trip.
"Selamat datang Bapak-bapak sekalian di PT STN. Menjadi sebuah kehormatan bagi kami ditunjuk menjadi salah satu PT yang bisa Bapak-bapak sekalian kunjungi," ujarnya.
Ia berharap kunjungan tersebut memberikan pengetahuan yang dapat diterapkan peserta setelah kembali mengelola kebun masing-masing.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapat penjelasan mengenai pembibitan, kemudian melihat langsung areal kebun untuk mengamati praktik panen dan perawatan tanaman. Peserta juga dapat berdiskusi dengan manajemen dan staf PT STN.
"Kalau ada hal-hal yang ingin ditanyakan atau ada keperluan yang perlu dibutuhkan nanti silakan disampaikan kepada kami. Apabila bisa kami support akan segera kami support," kata Maman.
Dr. Sri Gunawan menambahkan pihaknya mendorong peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali pengalaman dari para praktisi Astra Agro.
"Kalau selama lima hari peserta belajar teori dari narasumber AKPY, sekarang saatnya melihat praktiknya langsung di kebun. Gunakan kesempatan ini untuk bertanya sebanyak-banyaknya kepada para narasumber dari Astra agar ilmu yang diperoleh benar-benar bisa diterapkan ketika kembali ke daerah masing-masing," tegasnya.
Menurutnya, kolaborasi lembaga pelatihan, pemerintah, dan perusahaan penting untuk mempercepat peningkatan kompetensi pekebun. Praktik terbaik di perusahaan dapat menjadi referensi bagi pekebun rakyat untuk memperbaiki pengelolaan kebunnya dan meningkatkan produktivitas.
Sri Gunawan juga mengapresiasi dukungan Astra Agro dalam pelaksanaan field trip AKPY di berbagai wilayah.
"Setiap AKPY melakukan kunjungan lapangan ke Astra, baik di Sulawesi, Sumatera, maupun Kalimantan, kami selalu mendapatkan sambutan yang sangat baik. Sinergi seperti ini menjadi bagian penting dalam mempercepat peningkatan kompetensi pekebun Indonesia sehingga kesenjangan produktivitas antara kebun rakyat dan perusahaan dapat terus diperkecil," tuturnya.
Selain pembelajaran teknis, peserta diingatkan untuk mengutamakan keselamatan selama berada di areal perkebunan dan mengikuti seluruh arahan yang diberikan.
Kunjungan ke PT STN menjadi bagian dari rangkaian Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit bagi 150 pekebun Paser. Melalui perpaduan teori dan praktik lapangan, peserta diharapkan mampu membawa pulang pengetahuan dan pengalaman untuk diterapkan dalam pengelolaan kebun sawit rakyat.
Pada akhirnya, penerapan praktik budidaya yang lebih terukur dan terkelola diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas pengelolaan kebun sawit rakyat di Kabupaten Paser.






