Balikpapan, SAWIT INDONESIA – Kunjungan lapangan (field trip) ke PT Alam Jaya Persada (AJP) – KPN Plantation menjadi salah satu sesi yang paling dinanti peserta Pelatihan Petani Sawit Kelas Panen dan Pascapanen asal Kabupaten Paser. Melalui kegiatan ini, para pekebun tidak hanya menerima teori di dalam kelas, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana standar panen, penanganan tandan buah segar (TBS), hingga proses grading di pabrik diterapkan oleh perusahaan.
Dalam kunjungan tersebut, peserta diajak menyusuri alur pengelolaan sawit mulai dari areal kebun, proses panen, pengangkutan hasil, hingga penerimaan dan penilaian mutu buah di pabrik kelapa sawit. Pengalaman lapangan ini diharapkan mampu memperkuat pemahaman peserta mengenai pentingnya menghasilkan TBS berkualitas agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
Manager Kebun PT Alam Jaya Persada (AJP) – KPN Plantation, Fradian Asbelly, mengatakan bahwa praktik lapangan memberikan pengalaman yang sulit diperoleh hanya melalui pembelajaran di ruang kelas.
"Kalau kunjungan lapangan seperti ini peserta bisa melihat langsung praktik di kebun sampai ke pabrik. Saya rasa banyak manfaat yang bisa diambil karena mereka mengetahui secara nyata bagaimana proses yang benar dari hulu hingga hilir," ujarnya, saat ditemui di sela-sela kunjungan (field trip), pada Senin (20 Juli 2026), di Samboja.
Menurut Fradian, salah satu materi terpenting yang harus dipahami pekebun adalah mengenai kriteria buah matang panen. Kesalahan dalam menentukan tingkat kematangan buah tidak hanya menurunkan kualitas TBS, tetapi juga berpotensi mengurangi pendapatan pekebun karena buah tidak memenuhi standar penerimaan pabrik.
Ia menjelaskan bahwa selama kunjungan, peserta diperlihatkan langsung proses grading sehingga mereka memahami alasan suatu TBS diterima maupun ditolak.
"Peserta bisa melihat sendiri bagaimana buah dinilai di pabrik. Mereka jadi tahu kriteria panen yang benar, buah seperti apa yang bisa diterima, dan buah seperti apa yang harus ditolak. Pengetahuan seperti ini sangat penting agar saat kembali ke kebun masing-masing mereka bisa menerapkan standar yang sama," jelasnya.
Fradian mengungkapkan bahwa pabrik PT Alam Jaya Persada setiap hari menerima pasokan TBS tidak hanya dari kebun inti perusahaan, tetapi juga dari pekebun masyarakat dan perusahaan lain. Bahkan, pasokan dari masyarakat menjadi bagian terbesar dibandingkan buah dari kebun inti.
"Buah dari kebun inti justru sekitar 30 persen. Selebihnya mayoritas berasal dari masyarakat dan perusahaan lain. Karena itu kualitas buah dari pekebun menjadi sangat menentukan," katanya.
Ia menegaskan bahwa perusahaan mengutamakan penerimaan buah yang telah memenuhi tingkat kematangan optimal. Salah satu indikatornya adalah jumlah brondolan yang menunjukkan buah benar-benar siap dipanen.
"Yang kami inginkan tentu buah yang bagus, yaitu buah matang. Di sini indikatornya minimal terdapat sekitar 20 brondolan ketika buah sampai di loading ramp. Kalau buah masih mentah tentu akan dipulangkan. Begitu juga tandan dengan tangkai yang terlalu panjang akan dikenakan pemotongan sesuai ketentuan grading," paparnya.
Selain menerapkan standar mutu, PT Alam Jaya Persada juga secara rutin memberikan edukasi kepada pekebun swadaya agar kualitas TBS yang dihasilkan terus meningkat.
"Kami memiliki tim dari pabrik yang memang bertugas memberikan edukasi kepada masyarakat. Tujuannya supaya pekebun memahami standar yang diterapkan sehingga kualitas buah yang dikirim semakin baik dan sama-sama menguntungkan," katanya.
Menutup kunjungan lapangan tersebut, Fradian menyampaikan pesan kepada seluruh peserta agar memanfaatkan kesempatan belajar sebaik mungkin dan mengambil praktik-praktik terbaik yang telah diterapkan perusahaan.
"Dari kami, mungkin masih ada kekurangan dalam penyambutan maupun penyampaian. Namun yang terpenting, silakan ambil ilmu yang baik-baik selama kunjungan ini. Semua kembali kepada peserta, bagaimana ilmu tersebut diterapkan di kebun masing-masing sehingga dapat meningkatkan kualitas panen dan kesejahteraan pekebun," pungkasnya.
Kunjungan lapangan ke PT Alam Jaya Persada merupakan bagian dari rangkaian Pelatihan Petani Sawit Kelas Panen dan Pascapanen yang diikuti 156 pekebun asal Kabupaten Paser. Melalui kombinasi pembelajaran di kelas dan praktik langsung di lapangan, peserta diharapkan memiliki pemahaman yang lebih utuh mengenai standar panen, penanganan pascapanen, serta pentingnya menjaga mutu TBS agar mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan usaha tani sawit secara berkelanjutan.














