JAKARTA, SAWIT INDONESIA - Sebanyak 628 petani swadaya berhasil memperoleh Sertifikat Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Pemberdayaan petani sawit ini merupakan kolaborasi Apical, Asian Agri, dan Kao dalam Program The SMallholder Inclusion for better Livelihood & Empowerment (SMILE) yang diluncurkan pada tahun 2020.
Sustainability Head Asian Agri Ivan Novrizaldie mengatakan petani memainkan peran penting dalam sektor kelapa sawit di Indonesia dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap total produksi minyak kelapa sawit negara. Namun, mereka menghadapi banyak tantangan dalam memenuhi kriteria keberlanjutan yang ketat sambil berupaya meningkatkan produksi.
“Karena jumlah petani swadaya saat ini kurang dari 20 persen dari total petani yang bersertifikat, maka tantangannya jelas. Menyadari pentingnya mengatasi kesulitan ini, Apical, Asian Agri, dan Kao bermitra untuk meluncurkan Program SMILE,” ujar Ivan saat jumpa pers di Hotel Mulia, Jakarta Pusat, Rabu (22/11/2023).
Dia mengatakan Program SMILE memainkan peran yang sangat penting dalam komitmen keberlanjutan Asian Agri dan Apical pada tahun 2030 untuk menuju pertumbuhan inklusif. Melalui Program SMILE, petani swadaya seperti Sutoyo, ketua Asosiasi Petani Sawit Swadaya Anugrah di Indragiri Hulu, Provinsi Riau, yang bertanggung jawab atas 238 anggota dengan total lahan budidaya lebih dari 571 hektar, telah mendapatkan bimbingan dan dukungan dalam perjalanan mereka menuju keberlanjutan. Koperasi Sutoyo telah mengatasi rintangan besar dalam meraih sertifikasi RSPO, yang merupakan bukti komitmen dan pendampingan yang diberikan oleh program ini.
“Kisah Sutoyo memberikan contoh kekuatan kolaborasi dan motivasi bersama yang pantang menyerah,” kata Ivan. “Dengan tekad yang teguh, Sutoyo dan koperasinya menerapkan praktik berkelanjutan, mengatasi tantangan audit, dan berhasil meraih Sertifikat RSPO. Pencapaian mereka menyoroti pentingnya kepercayaan dan keyakinan bersama dalam menemukan solusi,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Sutoyo menjelaskan bahwa perjalanannya tidak mudah pada awalnya, karena banyak anggotanya yang tidak memahami keberlanjutan, namun upaya pendampingan yang dilakukan oleh team dari program SMILE sangat luar biasa, membantu dan membimbing anggota dalam setiap tantangan yang mereka hadapi, dan memberikan solusi terbaik untuk membuat pelatihan dan audit dapat dicapai.
“Program SMILE berperan penting dalam memberikan pelatihan dan bantuan penting kepada petani swadaya, memberdayakan mereka untuk menerapkan praktik berkelanjutan,” tuturnya.














