• Sabtu, 19 September 2026
Berita Terbaru

6 Dosen ITB dapat Pendanaan Riset Sawit dari Program GRS 2024

Jakarta, SAWIT INDONESIA — Tahun ini, tim riset yang terdiri dari dosen Fakultas Teknik Industri, Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali mendapatkan dana penelitian dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Penelitian tersebut merupakan bagian dari program Grant Riset Sawit (GRS).

Dosen dari Kelompok Keahlian Energi dan Teknologi Berkelanjutan, Fakultas Teknik Industri, ITB, Wibawa Hendra Saputera, S.Si., M.Si., M.Sc, Ph.D menyampaikan di tahun ini, 6 dosen Fakultas Teknik Industri - ITB berhasil memperoleh penghargaan serta dana hibah penelitian senilai Rp15 miliar.

“Jumlah ini mengukuhkan ITB sebagai salah satu perguruan tinggi dengan perjanjian kerjasama riset terbanyak. Capaian ini terhitung meningkat dari tahun lalu yang hanya mendapatkan pendanaan sebanyak 3 proposal,” ujarnya, dalam laman resmi https://itb.ac.id/, yang dikutip sawitindonesia.com.

“Jangka waktu kontrak yang diberikan berlangsung selama 1-2 tahun, bergantung dengan kesulitan fokus riset yang dikaji oleh masing-masing dosen,” imbuh Wibawa Hendra Saputera.

Pihak ITB mengakui dengan adanya program ini (GRS) yang cukup strategis untuk mendorong penelitian dan pengembangan di sektor kelapa sawit Indonesia.

Tahun ini tim riset dosen Fakultas Teknologi Industri ITB, fokus pada 7 bidang utama, mencakup Bioenergi; Biomaterial dan Oleokimia; Pangan, Pakan, dan Kesehatan; Lahan, Tanah, dan Budidaya; Pasca Panen dan Pengelolaan; Pengolahan Limbah dan Lingkungan; serta Sosial Ekonomi, Manajemen, Bisnis, Pasar, dan TIK. Program ini diharapkan dapat menghasilkan inovasi yang meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan industri kelapa sawit nasional.

“GRS 2024 ditargetkan dapat menjadi katalis bagi kolaborasi antara peneliti, industri, dan pemerintah dalam menciptakan solusi berbasis riset yang aplikatif. Dengan demikian, program ini tidak hanya meningkatkan daya saing industri kelapa sawit Indonesia di pasar global, tetapi juga memastikan praktik perkebunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan,” jelas Dosen dari Kelompok Keahlian Energi dan Teknologi Berkelanjutan, Fakultas Teknik Industri, ITB.

“Selain itu, melalui pendanaan yang tepat sasaran, diharapkan hasil penelitian dapat langsung diimplementasikan, memberikan manfaat nyata bagi petani, pelaku industri, dan masyarakat luas,” sambungnya.

Salah satu penelitiannya mengusung ide teknologi dekarboksilasi fotokatalitik, yang bertujuan menghasilkan biohidro karbon berkualitas tinggi dengan menggunakan energi cahaya sebagai alternatif bahan bakar fosil sekaligus mendukung dekarbonisasi pada sektor energi. Teknologi ini menawarkan prospek menjanjikan untuk mengurangi emisi karbon, sejalan dengan komitmen transisi energi hijau dan prinsip berkelanjutan.

Adapun penandatanganan perjanjian kerjasama dilakukan pada Selasa (19/11/2024). Berikut daftar dosen ITB penerima program Grant Riset Sawit Tahun 2024 beserta judul penelitiannya.

1. Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D. (Pengembangan Rapid Test Kit untuk Deteksi 3MCPD dan GE Berbasis Nanopartikel Metal TransisiTermodifikasi)

2. Dr.Eng. Yosi Agustina Hidayat, S.T., M.T. (Pengembangan Purwarupa Perangkat Tracking dan Theft Prevention Berbasis Internet of Things untuk Kendaraan dan Produk Perkebunan Sawit)

3. Dr. Ir. Melia Laniwati Gunawan, M.S. (Pengembangan Produksi Alkali Metoksida sebagai Katalis untuk Sintesis Biodiesel)

4. Prof. Ir. Ronny Purwadi, M.T., Ph.D. (Pengembangan Metode Produksi Enzim Selulase untuk Mendukung Produksi Bioetanol Generasi Kedua)

5. Ir. Hary Devianto, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM. (Pemanfaatan Biogas Melalui Reduksi CO2 Menjadi Asam Format Menggunakan Elektrolisis dan Fotokatalisis dengan Katalis dari Limbah Kelapa Sawit)

6. Wibawa Hendra SaputeraS,Si., M.Si., M.Sc., Ph.D. (Pengembangan Teknologi Dekarboksilasi Fotokatalitik untuk Produksi Biohidrokarbon dari Minyak Sawit dan Asam Asam Lemaknya pada Temperatur dan Tekanan Ambien).

Seperti dilaksanakan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) sejak tahun 2015. Program penelitian dan pengembangan perkebunan kelapa sawit dari aspek hulu hingga hilir ini merupakan upaya konkret BPDPKS untuk melakukan penguatan, pengembangan, dan peningkatan pemberdayaan perkebunan serta industri kelapa sawit nasional. Total proposal yang diterima sebanyak 785 proposal. Setelah melalui rangkaian seleksi dan tahap presentasi, dipilih 52 rencana riset untuk didanai. Nilai kontrak untuk GRS 2024 mencapai Rp95 miliar.

Artikel Terkait