• Rabu, 7 Oktober 2026
Berita Terbaru

5 Provinsi Tertinggi Realisasikan Peremajaan Sawit Rakyat

Jakarta, SAWIT INDONESIA – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mencatat sejumlah provinsi yang aktif mengikuti peremajaan sawit rakyat semenjak pertama diluncurkan pada 2016.

Dari data yang diperoleh redaksi sawitindonesia.com, Aceh menempati posisi pertama yang kebunnya banyak direplanting melalui Program Peremajaan Sawit Rakyat. Luas perkebunan sawit petani di Aceh yang mengikuti PSR seluas 76.094 ha. Dana yang telah tersalurkan mencapai Rp2,64 triliun.

Posisi kedua adalah Sumatera Selatan. Provinsi beribukota Palembang telah mengikutsertakan perkebunan sawit seluas 75.014 ha. Adapun penyaluran dana PSR ke provinsi ini sebesar Rp2,17 triliun.

Riau menempati posisi ketiga dalam realisasi PSR. Luas perkebunan sawit petani yang diremajakan seluas 48.235 ha. Dana PSR untuk peserta program PSR di Riau mencapai Rp1,4 triliun.

Berikutnya adalah Sumatera Utara dengan perkebunan sawit seluas 35.834 ha. Dana PSR yang disalurkan sebesar Rp1,07 triliun.

Posisi kelima ditempati Jambi dengan luas kebun PSR terealisasi 39.639 ha. Penyaluran dana PSR berjumlah Rp1,36 triliun.

Pelaksana Tugas Kepala Divisi Penyaluran Dana Sektor Hulu Perkebunan Kelapa Sawit II BPDP, Dwi Nuswantara, mengatakan peningkatan produktivitas merupakan fondasi keberlanjutan industri sawit Indonesia.

BPDP telah menjalankan program PSR sejak 2016 dengan fokus pembiayaan replanting kebun rakyat. Setiap tahun, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp3 triliun, setara target peremajaan 100.000 hektare.

“Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) tetap menjadi instrumen utama untuk mendongkrak produktivitas kebun sawit nasional. Tanpa penguatan sektor hulu, pasokan bahan baku untuk industri hilir dinilai akan terganggu,” pungkasnya dalam Workshop Peremajaan Sawit Rakyat dan Pekan Benih Sawit, 12 Februari 2026 di Palembang.

Artikel Terkait