• Sabtu, 19 September 2026
Berita Terbaru

4 Saran Ketua Umum DMSI Supaya Agrinas Palma Dapat Melesat

Jakarta, SAWIT INDONESIA – Ketua Umum DMSI (Dewan Minyak Sawit Indonesia) Sahat Sinaga memberikan banyak saran kepada manajemen PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) supaya dapat bersaing dan mengokohkan posisinya di sektor industri sawit nasional.

“Ke depan Agrinas Palma bukan hanya sebagai perusahaan melainkan juga pionir role model bagi kebangkitan industri sawit Indonesia. Apalagi Agrinas Palma akan mengelola 2 juta sampai 3 juta hektare, ini merupakan yang terbesar di Republik Indonesia,” jelas Sahat Sinaga sebagaimana dikutip dari laman Agrinas Palma.

Sahat menekankan bahwa Agrinas Palma semestinya dapat menjadi lokomotif perubahan supaya tidak saja mengandalkanCrude Palm Oil (CPO) lalu menikmati profit tanpa inovasi. Transformasi yang dapat dilakukan Agrinas Palma dengan mengarahkan inovasi sampai ke hilir seperti penyediaan dispenser minyak goreng sehat yang tersebar di berbagai daerah, efisiensi logistik sawit dengan pendekatan geostrategis pelabuhan, dan kemitraan dengan petani melalui pola bagi hasil yang adil tanpa menambah beban modal.

“Dari loyang menjadi emas. Agrinas Palma harus menjadikan sawit bukan hanya komoditas, tapi strategi,” tambahnya.

Karena itulah, lulusan ITB Tekni Kimia ini, mengingatkan bahwa hanya dengan keberanian, kecepatan, dan kolaborasi, Agrinas Palma dapat menjadi sokoguru industri sawit Indonesia. Sebuah posisi strategis yang menuntut lebih dari sekadar pengelolaan lahan, tetapi juga visi untuk membangun masa depan industri yang berkelanjutan, berdaulat, dan mensejahterakan.

Tapi untuk sampai ke sana, masih ada banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, baik di kebun, pabrik, maupun soal inovasi.Ada saran yang disampaikan Sahat Sinaga dalam pertemuan ini bagi kemajuan PT Agrinas Palma Nusantara yaitu

1. Produktivitas Kebun Harus Naik
Saat ini produktivitas sawit APN dapat ditingkatkan mencapai 25 ton tandan buah segar (TBS) per hektare per tahun. Kuncinya adalah kedisiplinan petugas kebun, kebersihan areal tanaman, pemupukan yang tepat, dan pengendalian hama. Serangan hama bisa bikin hasil panen anjlok sampai 22 persen!

Petugas lapangan juga harus bebas dari narkoba dan gangguan keamanan. Rotasi panen jangan sampai telat, infrastruktur seperti jalan kebun juga harus terus dijaga.

2. Pabrik Harus Lebih Efisien
Di pabrik, targetnya rendemen minyak sawit mentah (CPO) bisa naik dari 20% ke 21,5%. Untuk mencapai target tersebut dapat dilakukan dengan sortir buah dengan lebih ketat, kurangi serat dan kotoran sebelum proses pengolahan, dan pastikan tekanan uap di sterilizer sesuai standar. Proses pemisahan mesokarp dan inti sawit juga harus lebih rapi.

3. Inovasi Jadi Kunci
PT Agrinas Palma Nusantara juga didorong jadi pelopor ekonomi sirkular. Limbah sawit seperti tandan kosong bisa diubah jadi pupuk organik (BOF), mengurangi penggunaan pupuk kimia dan emisi karbon. Batang pohon bekas replanting pun bisa diolah jadi panel komposit untuk bahan bangunan, sangat tepat untuk mendukung target tiga juta rumah rakyat per tahun.

4. Siap Gandeng Mitra
Untuk memperkuat diri, Agrinas Palma Nusantara membuka peluang kerja sama strategis. Tapi sebelum itu, perlu pengecekan legalitas, status lahan, kondisi kebun, kinerja pabrik, dan kesiapan SDM.

Artikel Terkait