Aceh Timur, SAWIT INDONESIA - Best Planter Indonesia (BPI) kembali melanjutkan kiprahnya dengan menyelenggarakan pelatihan gelombang 3 bagi pekebun sawit asal Kabupaten Aceh Timur pada tanggal 21 – 26 September 2026. Sebanyak 180 peserta dilatih di Hotel Ayani dan Hotel Grand Nanggroe. Pelatihan gelombang 3 ini merupakan bagian dari program Pengembangan Sumberdaya Manusia Perkebunan (SDM Perkebunan) tahun 2026 yang disponsori oleh BPDP (Badan Pengelola Dana Perkebunan) dan dukungan teknis dari Ditjenbun (Direktorat Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma – Direktorat Jenderal Perkebunan). Dalam penyelenggaraannya, BPI berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh serta Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Aceh Timur.
Pada pelatihan gelombang 3 ini, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh (Bapak Dr. Ir. AZANUDDIN KURNIA, SP. MP) mengharapkan peserta pelatihan bisa naik kelas dari pekebun sawit menjadi pekebun pengusaha. Untuk itulah peserta perlu mengikuti pelatihan dengan fokus dan serius sebagai modal berharga untuk jadi pekebun pengusaha. Kita hendaknya senantiasa belajar meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam mengelola sawit, karena belajar itu dianjurkan sejak dari ayunan sampai menjelang liang kubur. Walaupun ada peserta yang sudah mengelola kebun sawit selama satu siklus, saat ini kebunnya sedang atau sudah direplanting, tetap harus belajar hal – hal baru yang sebelunya kita tidak tahu.
Jika sebelumnya kita mengenal produksi 24 ton/ha/tahun atau 1 ton/ha/panen sudah sangat bagus, sekarang zamannya sudah berkembang. Dibeberapa Perusahaan, hasil produksinya sudah mencapai 36 ton/ha/tahun atau 1,5 ton/ha/panen. Bagaimana caranya para peserta bisa mencapai hasil panen 1,5 ton/ha tersebut? Temukan jawabannya dalam pelatihan ini.
Dalam siklus usaha berkebun sawit, ada 4 tahapan yang perlu dilalui, yaitu tanam - yaitu tanam, petik, olah dan jual. Tahapan ketiga yang belum dilakukan pekebun, yaitu olah hasil panennya. Pekebun sawit masih menjual hasil panen mentah berupa Tandan Buah Segar (TBS). Jika pekebun ingin mendapatkan nilai tambah (added value) sebesar – besarnya dari usaha yang dilakukan, maka cobalah untuk mengolah hasil dari kebun sawitnya, seperti mengolah batang sawit replanting menjadi nira sawit, mengolah pelepah sawit menjadi kompos, mengolah daun sawit menjadi kerajinan lidi, mengolah buah sawit menjadi minyak sawit merah.
Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit ini bertujuan agar pekebun dapat mengelola kebun sawitnya sesuai tata Kelola yang baik (Good Agricultural Practices - GAP) dipandu oleh narasumber dari BPI yang berpengalaman dan berkemampuan. Tips dan Trik yang disampaikan dengan gaya bahasa lapangan yang sama dengan kebiasaan peserta akan memudahkan peserta untuk mempraktekkan ilmu yang didapatkan. Hubungan BPI dan peserta tidak hanya sebatas moment pelatihan saja, tapi setelah pelatihan pun peserta atau alumni pelatihan masih bisa berinteraksi dengan narasumber atau mentor melalui WA group.














