• Jumat, 2 Oktober 2026
Berita Terbaru

160 Pekebun Sawit Seluma Disiapkan Jadi Pelopor Ilmu Sawit

Bengkulu, SAWIT INDONESIA – Sebanyak 160 pekebun sawit Kabupaten Seluma, Bengkulu, didorong tidak hanya menyerap ilmu selama pelatihan. Melainkan membagikannya kepada keluarga, tetangga, kelompok tani, dan komunitas petani di desa.

Secara teknis, pelatihan tersebut terbagi menjadi 2 yaitu teknis budidaya kelapa sawit (3 kelas) dan panen & pascapanen kelapa sawit (2 kelas), diselenggarakan Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY), dengan dukungan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan dan Ditjen Perkebunan (Ditjenbun), pada 19 – 24 Agustus 2026, di salah satu hotel ternama di Bengkulu.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seluma, Arian Sosial, SP., M.Si, mengatakan peserta harus memanfaatkan pelatihan sebagai kesempatan meningkatkan pengetahuan sekaligus membangun jejaring.

“160 orang bisa nanti bercerita, berbagi ilmu dengan tetangga, dengan keluarga,” kata Arian, saat pembukaan pelatihan petani program pengembangan SDM perkebunan (SDMP) 2026, pada Kamis (20 Agustus 2026).

Menurutnya, ilmu yang diperoleh tidak boleh berhenti di ruang kelas. Peserta diharapkan mampu menerapkannya di kebun dan menjadi sumber pengetahuan bagi pekebun lain.

Materi pelatihan mencakup budidaya dan pascapanen, mulai dari pemilihan bibit, persiapan lahan, jarak tanam, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, hingga penanganan hasil panen.

Arian mencontohkan, jika sawit baru memenuhi standar pabrik pada usia lima tahun, padahal normalnya sekitar empat tahun, pekebun perlu mencari penyebabnya. Bisa berasal dari bibit, pemupukan, maupun pemeliharaan tanaman.

“Ambil ilmu ini supaya bisa dimanfaatkan di tempat tinggal kita masing-masing,” ujarnya.

Ilmu harus ditularkan

Arian berharap 160 peserta menjadi perpanjangan tangan pengetahuan di masyarakat. Peserta yang berasal dari kelompok tani, perangkat desa, tokoh masyarakat, petani milenial, hingga komunitas pemuda diharapkan aktif berbagi setelah kembali ke daerah masing-masing.

Pemkab Seluma juga berencana mengusulkan pelatihan serupa agar berlanjut tahun depan sehingga semakin banyak pekebun mendapat kesempatan meningkatkan kapasitas.

“Kegiatan ini bukan hanya tahun ini. Tahun depan kami sudah memetakan kegiatan yang sama akan kami usulkan untuk tetap berkelanjutan,” katanya.

Ia juga mengapresiasi Akademi Komunitas Perkebunan (AKPY) yang memfasilitasi pembelajaran bagi pekebun Seluma.

Menurut Arian, peningkatan kualitas SDM merupakan bagian penting untuk mendorong perkebunan semakin produktif dan meningkatkan kesejahteraan pekebun. Pelatihan ini diharapkan tidak berhenti pada 160 peserta, tetapi menyebar menjadi pengetahuan baru bagi masyarakat sawit di desa.

Artikel Terkait