• Kamis, 8 Oktober 2026
Berita Terbaru

Hadapi Tantangan B50 dan Efek El Niño, GAPKI Perkuat Pasar Ekspor India Hingga Peluang I-EU CEPA

Mumbai, SAWIT INDONESIA - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menekankan pentingnya strategi ganda peningkatan produktivitas hulu dan penguatan akses pasar ekspor global guna mengantisipasi pengetatan pasokan minyak sawit (Crude Palm Oil/CPO) nasional. Proyeksi ini dipicu oleh lonjakan penyerapan domestik untuk program Mandatory Biodiesel B50 serta potensi penurunan produksi akibat dampak iklim El Niño.

Pesan strategis tersebut disampaikan Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, saat memberikan opening remarks dalam ajang internasional GlobOil India 2026 di Mumbai, India (29/9/2026).

Eddy menjelaskan bahwa lonjakan penyerapan B50 yang ditargetkan berlaku penuh mulai 1 Oktober 2026 diproyeksikan menyerap 15,2 hingga 16,3 juta ton CPO per tahun. Sementara itu, dampak El Niño di Sumatra dan Kalimantan diperkirakan bakal menekan produksi sawit nasional sebesar 2,9% menjadi 56,8 juta ton pada 2027.

Poin-poin utama penguatan pasar ekspor, kebijakan baru, serta diplomasi perdagangan sawit meliputi:

  • Tata Kelola Ekspor via PT DSI: GAPKI menegaskan bahwa kewajiban ekspor lima produk sawit melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) per 1 Januari 2027 bukanlah pembatasan perdagangan, melainkan penyesuaian tata kelola ekspor agar lebih transparan.

  • Pasar Strategis India & Pemotongan Bea Masuk: India tetap menjadi konsumen utama dengan porsi hampir separuh pasokan dari Indonesia. Pada Triwulan I-2026, ekspor ke India naik 28% menjadi 988 ribu ton. Daya saing semakin menguat setelah Pemerintah India menurunkan bea masuk dasar CPO dari 10% menjadi 5% per 24 September 2026, di mana proyeksi impor India stabil di angka 7–8 juta ton per tahun hingga 2030.

  • Kemitraan Industri & Aliansi Strategis: GAPKI resmi menandatangani perjanjian baru dengan Indian Vegetable Oil Producers’ Association (IVPA) menyusul kerja sama terdahulu bersama SEA dan APOA untuk mendorong produktivitas dan keberlanjutan.

  • Peluang I-EU CEPA & Tantangan EUDR: Ketua Bidang Luar Negeri GAPKI, Fadhil Hasan, mengungkapkan I-EU CEPA membuka kuota ekspor sawit ke Uni Eropa dengan tarif 0% (bebas bea keluar/pungutan) mulai dari 1,9 juta ton (naik 3% per tahun selama 9 tahun). Namun, pemanfaatannya bergantung pada kesiapan ketertelusuran petani swadaya dan keselarasan standar ISPO terhadap EUDR.

  • Percepatan PSR sebagai Solusi Hulu: GAPKI didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) terus mendorong akselerasi Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) sebagai fondasi utama menjaga volume pasokan dan ketahanan industri kelapa sawit nasional di masa depan.

Sumber: gapki.id

Artikel Terkait