• Selasa, 22 September 2026
Berita Terbaru

156 Pekebun Bengkulu Bawa Bekal Ilmu Baru dari Pelatihan SDMP ke Kebun

BENGKULU, SAWIT INDONESIA — Sebanyak 156 pekebun kelapa sawit dari Kabupaten Mukomuko dan Bengkulu Utara menuntaskan Pelatihan Teknis Budidaya serta Panen dan Pascapanen Kelapa Sawit dalam Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan (SDMP) 2026.

Pelatihan yang berlangsung selama sepekan di Hotel Mercure Bengkulu ini diselenggarakan Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu, Bickman, SH., MH, mengatakan ilmu yang diperoleh selama pelatihan diharapkan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi diterapkan di kebun dan dibagikan kepada pekebun lainnya.

“Banyak hal positif yang kami dapat selama mengikuti pelatihan ini. Materi yang disampaikan para dosen dan instruktur sangat bermanfaat untuk diterapkan di kebun, baik untuk diri sendiri maupun dibagikan kepada petani lain di Kabupaten Mukomuko dan Bengkulu Utara,” ujar Bickman saat penutupan pelatihan, pada Selasa (1 September 2026) di Bengkulu.

Menurutnya, peningkatan kapasitas pekebun penting untuk mendorong sawit rakyat semakin produktif dan berkelanjutan. Ia juga menekankan pentingnya pemahaman dan penerapan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

“Mudah-mudahan apa yang disampaikan bisa kami serap dan kami salurkan kepada teman-teman petani lainnya. Kita ingin menuju Indonesia yang semakin siap menerapkan ISPO. Kalau kebun kita memenuhi standar Indonesia, tentu kualitas dan nilai jual sawit juga akan semakin baik,” katanya.

Belum Puas Belajar

Bickman menilai pelatihan memberikan manfaat besar, baik dari sisi pengetahuan maupun pengalaman belajar. Ia berharap program serupa dapat terus berlanjut agar semakin banyak pekebun meningkatkan kompetensinya.

“Kami berharap ada kelanjutan pelatihan seperti ini. Terus terang kami belum puas belajar,” ujarnya.

Antusiasme peserta bahkan terlihat dari kesiapan mereka mengikuti pelatihan lanjutan meski harus pergi ke daerah lain.

“Kalau nanti ada pelatihan lagi, utamakan kami yang sudah ikut ini. Bahkan kalau tempatnya lebih jauh, sampai Kalimantan sekalipun, kami siap,” kata Bickman yang disambut seruan “Siap” dari peserta.

Ia menilai semangat tersebut menunjukkan keinginan pekebun untuk terus belajar demi meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen.

Pelatihan SDMP 2026 ini membekali pekebun melalui teori, praktik, dan diskusi mengenai budidaya, panen, serta pascapanen.

Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan langsung di kebun dan dibagikan kepada pekebun lain sehingga praktik perkebunan yang baik dan berkelanjutan semakin luas diterapkan.

Artikel Terkait