PEKANBARU, SAWIT INDONESIA – Lembaga Pelatihan Best Planter Indonesia (BPI) menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik untuk pekebun asal Kabupaten Indragiri Hilir. Kegiatan berlangsung selama 4 hari, tanggal 14 – 17 Juli 2026 di Hotel New Hollywood, kota Pekanbaru dengan jumlah peserta sebanyak 111 orang. Pelatihan ini merupakan bagian dari program pengembangan sumber daya manusia perkebunan yang didanai sepenuhnya oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan teknis dan pendampingan dari Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun), Dinas Perkebunan Provinsi Riau serta Dinas Pertanian Kabupaten Indragiri Hilir.
Dalam acara pembukaan pelatihan, Friyandito, S.P, M.M selaku Direktur Operasional BPI menyampaikan bahwa modul pembuatan dan aplikasi pupuk organik baru ada ditahun 2026 ini. “Pembelajaran di kelas kami buat langsung ada praktiknya. Tujuannya agar peserta lebih paham dan bisa langsung mempraktikkan sepulangnya dari pelatihan” ujarnya.
Selama pelatihan, peserta tidak hanya menerima materi teori, tapi juga langsung mempraktikkan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dan Pupuk Organik Padat (POP). Bahan yang digunakan berasal dari limbah organic di lingkungan sekitar. Limbah janjang kosong bisa dijadikan pupuk organik dengan cara dikomposkan. Mikroba decomposer bisa dibuat sendiri dengan mengundang mikroba dari akar bambu.
Turut hadir dalam acara pembukaan, Kepala Bidang Perkebunan Kabupaten Indragiri Hilir, Bapak Surya Syurgana Akmal, S.Tp. Beliau menekankan pentingnya kemandirian pupuk bagi pekebun.
“Sawit adalah komoditas ke-2 di Inhil setelah kelapa. Karena itu pengembangan sawit juga menjadi fokus perhatian dari Dinas Kabupaten Inhil. Kebun sawit yang sehat dan subur bisa menghasilkan produksi melimpah. Caranya dengan kombinasi pupuk organik dan pupuk kimia,” katanya.
Beliau berpesan agar 111 orang peserta memanfaatkan pelatihan ini sebaik-baiknya.
Sambutan sekaligus membuka secara resmi pelatihan disampaikan oleh Bapak Devi Rizaldi, S.Tp, M.Si mewakili Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau. “Kami menyambut baik atas terselenggaranya pelatihan pembuatan dan aplikasi pupuk organik yang didanai BPDP ini. Ikhtiarnya jangan disia-siakan. Ikuti dengan serius materi dari para narasumber BPI. Bukan hanya ramai-ramai ikut, tapi harus ada ikhtiar nyata dari peserta untuk bisa membuat pupuk organik secara mandiri,” tegasnya.
Menurut beliau, pelatihan seperti ini sangat penting untuk menekan biaya produksi pekebun sekaligus menjaga kelestarian lingkungan melalui pengurangan limbah.
Kunjungan Lapang: Belajar Inovasi Biochar di KUD Tunas Muda di Dayun, Siak.
Pada hari ketiga, peserta melaksanakan kunjungan lapang ke KUD Tunas Muda yang beralamat di Kampung Teluk Marbau, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak. Proses inovasi pembuatan biochar berbahan dasar janjang kosong. Kepala Tim dari KUD Tunas Muda yaitu Pak Dista memperagakan tahapan pembuatan biochar mulai dari pengumpulan bahan baku, proses pembakaran dengan metode terkontrol, pendinginan,bahkan langsung aplikasi biochar ke pokok sawit. Biochar berfungsi memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kapasitas simpan air dan unsur hara, serta menjadi habitat mikroba tanah.
Setelah praktik di lapangan, peserta kembali ke aula KUD untuk sesi diskusi dan tanya jawab dengan pengelola KUD Tunas Muda. Sore harinya, peserta kembali ke Hotel New Hollywood Pekanbaru untuk melanjutkan materi terakhir sebelum acara penutupan pada hari keempat. Pelatihan ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada seluruh peserta sebagai bukti telah mengikuti pelatihan pembuatan dan aplikasi pupuk organik.














