• Sabtu, 19 September 2026
Berita Terbaru

111 Orang Pekebun Inhil, Datang Ke Koperasi Produsen Tunas Muda Untuk Belajar Pembuatan Biochart, Bagian Program Pelatihan Pupuk Organik Dari BPDP.

Siak, SAWIT INDONESIA - Pada hari kamis pagi tanggal 16 Juli 2026, sebanyak 4 bus + 4 mobil rombongan peserta pelatihan pupuk organik bergerak dari hotel New Hollywood menuju Koperasi Produsen Tunas Muda di Desa Teluk Merbau, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Riau. Tujuannya adalah belajar pembuatan biochar. Kunjungan ini merupakan bagian dari pelatihan pembuatan dan aplikasi pupuk organik, program dari BPDP (Badan Pengelola Dana Perkebunan), yang berlansung selama 4 hari pada tanggal 14 – 17 Juli 2026.

Rombongan diterima tim Koperasi dipimpin bapak Dista Khoesnul A. (sekretaris Koperasi). Kunjungan lapang difokuskan pada pembuatan dan aplikasi Biochar, yaitu adalah arang hayati kaya karbon yang dibuat dengan membakar limbah organik (janjang kosong atau bahan lainnya) tanpa atau dengan sedikit oksigen (teknik pirolisis).

Sesi pagi hari dilakukan praktek pembuatan biochar dari janjang kosong. Tungku bakar disiapkan berbentuk kerucut (disebut kontigi) dengan kapasitas produksi sekitar 300 kg untuk sekali pembakaran dengan durasi waktu 3 jam. Kontigi terbuat dari besi baja setebal 4 mm dengan harga pembuatan sekitar 7 jutaan. Bahan baku yang disiapkan adalah tandan kosong (tankos) sawit yang telah dijemur dan diturunkan kadar airnya menjadi 14% (kering).

Tim Koperasi yang menjelaskan proses pembuatan biochar adalah Bapak Dista bersama Bapak Danil dan Bapak Wiwin. Adapun tahapan pembuatan biochar sesua penjelasan beliau adalah:

  1. Hidupkan api dengan bantuan bahan pembakar. Setelah terbentuk lidah api, masukkan tankos kering yang dibelah kecil – kecil dan ditabur merata dipermukaan kontigi.
  2. Arahkan kipas ke tumpukan jankos kering untuk mengurangi asap yang timbul dan mempercepat terbentuknya lidah api.
  3. 1 alat pembakar (kontigi) kapasitas 300 kg (sekitar 13 angkong) bisa menghasilkan 60- 80 kg biochar.
  4. Setelah terlihat abu berwarna putih ditumpukan jankos kering yang dibakar tadi, segera timpa lagi dengan jankos kering yang baru lapisan ke-2. Ditambahkan jankos kering selapis secara merata. Biarkan terbakar sampai muncur lidah api.
  5. Jangan telat memasukkan jankosnya, agar jankos tidak sampai berubah menjadi abu.
  6. Ulangi proses nomor 4 sampai alat pembakar penuh.
  7. Untuk mengakhiri proses pembuatan biochar, siram tumpukan biochar didalam kontigi dengan air sampai tidak ada api dan tidak ada asap.
  8. Tampung air yang dipakai untuk memadamkan biochar tadi, bisa menjadi pupuk organik cair (POC) juga.
  9. Tuangkan biochar hasil pembakaran, ditampung dengan hamparan karung, dan dinginkan biocharnya.
  10. Setelah dingin, biochar dijemur untuk mengurangi kadar airnya sampai dibawah 15%, kemudian diayak agar ukuran bahan biochar merata.
  11. Aplikasi biochar dikombinasikan dengan POC atau EM4. Biochar menjadi rumah bagi mikroba.
  12. Aplikasi biochar dengan cara ditugal (dibuat lubang) sebanyak 4 lubang/pokok dengan kedalaman 5 – 10 cm atau dibuat berupa larikan (parit kecil) yang melingkari pokok sawit.

Selain praktek pembuatan biochar, peserta juga mengamati dan mempelajari pembuatan pupuk organik padat (POP) dari kotoran sapi, dan pupuk organik cair (POC) dari air kencing sapi yang ditampung, kemudian di fermentasi.

Setelah sesi lapangan untuk pembuatan biochar, peserta berpindah tempat ke aula serbaguna Graha Laksana. Diruangan aula dilanjutkan dengan presentasi dengan tema Restorasi Kesuburan Tanah Perkebunan Kelapa Sawit (Sinergi Pemakaian Pupuk Organik dan Biochar untuk Menjaga Produktivitas TBS Jangka Panjang secara Berkelanjutan), oleh Bapak Dista Khoesnul Ardiansyah, S.Sos. Setelah presentasi, dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab seputaran biochar dan apa saja yang dilakukan Koperasi Tunas Muda.

Searah dengan perjalanan pulang, peserta mampir ke kebun sawit milik ketua Koperasi Tunas Muda (Bapak Setiyono) yang sudah diaplikasi biochar. Peserta bisa melihat langsung hasil aplikasi biochar terhadap pertumbuhan tanaman dan kondisi buah yang ada dipokok sawit. Diskusi dilahan sawit dilanjutkan seputaran teknis perawatan dan pengelolaan yang dilakukan sehingga kebunnya menjadi bagus seperti ini.

Diakhir kegiatan kunjungan lapang, rombongan peserta pelatihan beserta wali kelas dan panitia mohon pamit dan terterima kasih atas kesempatan kunjungan lapang. Semoga ilmu pengetahuan dan pengalaman yang didapat selama kunjungan lapang bisa dipraktekkan oleh peserta ditempat masing – masing, dan menjadi amal jariyah bagi pengurus KUD dan pendamping kunjungan lapang.

Rombongan kunjungan lapang bergerak kembali ke Hotel New Hollywood, Pekanbaru.

Terima kasih BPDP, terima kasih BPI.

Artikel Terkait